Benteng Gelar Pelatihan Pengrajin Bambu Dukung Program Kalamambu
PELATIHAN: Disdagperinkop dan UKM gelar pelatihan terhadap pengrajin bambu. JERI/RB--
KORANRB.ID – Disdagperinkop dan UKM Bengkulu Tengah menggelar pelatihan pengrajin bambu untuk mendukung program Kalamambu yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati.
Pelatihan ini digelar selama tiga hari, 9–11 Desember 2025, dan menyasar pengrajin di tiga kecamatan.
Plt Kepala Disdagperinkop dan UKM Bengkulu Tengah, Gunawan R, melalui Kabid Perindustrian, Dessy Aprianti, menjelaskan bahwa pelatihan pengrajin bambu ini menjadi bagian penting dalam pengembangan program Kalamambu yang fokus pada penguatan industri kalamansi dan bambu di daerah.
“Pelatihan bagi pengrajin bambu ini kita laksanakan selama 3 hari, mulai dari tanggal 9–11 Desember 2025. Kita gelar pelatihan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.
BACA JUGA:Petani Keluhkan Aliran Air Bendungan Lubuk Serigo Belum Mengalir
BACA JUGA:Bengkulu Tengah Salurkan Bantuan Rp150 Juta untuk Korban Banjir Aceh
Peserta pelatihan berjumlah 10 orang, terdiri dari lima pengrajin Kecamatan Taba Penanjung, tiga dari Pondok Kelapa, dan dua dari Talang Empat.
Mereka mendapatkan materi langsung dari dua instruktur yang berasal dari Desa Panca Mukti, Pondok Kelapa, serta Desa Taba Teret, Taba Penanjung.
“Kami menghadirkan 2 orang pemateri yang berasal dari Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa dan dari Desa Taba Teret Kecamatan Taba Penanjung,” bebernya.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dekranasda Bengkulu Tengah, yang selama ini aktif mendorong pengembangan industri kerajinan lokal.
Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta sehingga dapat menghasilkan produk bambu bernilai lebih tinggi.
BACA JUGA:Desa Tanjung Agung Gelar Pentas Tari Tradisional, Tampilkan 7 Tarian Khas
BACA JUGA:Distribusi Gas Elpiji 3 Kg Kepahiang Diawasi Jelang Nataru
Bengkulu Tengah dikenal memiliki potensi bambu yang melimpah di berbagai wilayah. Bahan baku tersebut dinilai mampu memberikan peluang ekonomi baru jika diolah menjadi produk kerajinan seperti anyaman, perabot, hingga dekorasi rumah.