Petani Pino Tunggu Keputusan Tim Penyelesaian Permasalahan PT ABS
FMPR saat berkunjung ke DPRD Bengkulu Selatan mengadukan soal PT ABS. --Rio Agustian/RB
KORANRB.ID - Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) tunggu hasil kerja tim penyelesaian permasalahan PT ABS yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemkab Bengkulu Selatan. Berharap hasil tersebut berpihak kepada masyarakat petani Pino Raya.
Konflik agraria masyarakat petani Pino Raya dan PT ABS menjadi perhatian publik hingga tahun 2026 ini. Bagaimana tidak kasus ini meluas hingga ke nasional. Lantaran penembakan lima petani Pino Raya oleh satu orang oknum karyawan PT ABS. Dan saat ini telah ditetapkan tersangka oleh Polres Bengkulu Selatan.
Meskipun telah ditangani oleh Polda Bengkulu dan Pemkab Bengkulu Selatan, masyarakat Pino Raya tetap mengawal kasus ini.
Anggota FMPR Rusli, mengungkapkan sampai saat ini pihaknya tetap mengawasi kasus tersebut. Pasca penetapan satu orang tersangka lalu, para petani menuntut aparat penegak hukum tetap mengembangkan kasus. Sebab dalam kasus ini terungkap bahwa karyawan PT ABS memiliki senjata api secara ilegal. Dan senjata api itu pula digunakan sebagai alat melukai lima petani Pino Raya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Sampono Perfume Siapkan Hadiah iPhone dan Samsung, Anniversary ke 15
BACA JUGA:Oknum PNS Diduga Nikah Siri, Istri Sah Ngamuk di Inspektorat
Atas dasar ini lanjut Rusli pihaknya menuntut Polres dan Polda Bengkulu Selatan mengusut tuntas.
"Tentu kami ingin semua diusut tuntas terutama soal penembakan,"kata Rusli, Kamis, 8 Januari 2026.
Dalam kasus ini pula masih kata Rusli Petani Pino Raya tidak akan mundur. Dan tetap mempertahankan lahan yang telan dikelola oleh para petani. Perusahaan harus mengembalikan lahan ke pemerintah daerah dan pemerintah daerah memberikan sertifikat kepada petani.
"Kita berharap keputusan Tim penyelesaian permasalahan PT ABS ini nanti berpihak kepada petani Pino Raya kalau tidak maka akan ada konflik terus," ujarnya.
BACA JUGA:Konsumsi Listrik Melonjak 479 Persen pada Kendaraan Listrik Selama Nataru
BACA JUGA:Ponpes Al Barkah Mukomuko Terbakar, Fasilitas Belajar Hangus
Untuk saat ini Rusli menambahkan para petani tidak melakukan aktivitas apapun dilokasi sengketa petani dan PT. Sebab petani menghargai keputusan Tim penyelesaian permasalahan dari Polda Bengkulu dan juga Pemkab Bengkulu Selatan.
"Kita sudah sampaikan ke masyarakat jangan dulu lakukan aktivitas. Nanti kalau sudah ada putusan," inbuhnya.