Profil AKBP. Didi Putra Kuncuro, Hilang Jabatan Usai Minta Alphard! Uangnya dari Bandar Narkoba
Mantan kapolresta Bima AKBP didik Putra Kuncoro--
KORANRB.ID - Nama AKBP Didik Putra Kuncoro saat ini sedang ramai di media sosial. Didik baru saja dicopot jabatannya sebagai Kapolresta Bima usai nyanyian bawahannya yang ditangkap Polda NTB karena menyimpan hampir 500 gram sabu.
Berikut ini profil AKBP. Didik hingga sampai menjabat Kapolresta Bima. Diketahui Didik merupakan alumni Akpol 2001. Sepanjang kariernya si kepolisian, Didik memiliki pengalaman di bidang reserse.
Pria kelahiran Kediri 1979 ini, mengawali karir pertamanya di Polda Gorontalo. Tak lama bertugas di sana, dua tahun kemudian Didik dipromosi ke Polda Metro Jaya.
BACA JUGA:Jaksa Ingatkan Siswa SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu, Bahaya Cyberbullying dan UU ITE
Sejumlah jabatan strategis pernah didudukinya. Diantaranya Kaurbinopsnal Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan hingga dipromosi sebagai Wakapolres Tangerang Selatan.
Pada tahun 2020, AKBP Didik Putra Kuncoro mendapat penugasan baru ke Polda NTB. Sempat menduduki beberapa jabatan penting, akhirnya ia dipercaya untuk memimpin Polresta Bima.
Menariknya, tahun 2025 Didik sempat meraih penghargaan Best Inspiring and Visionary Leader 2025 dari Indonesia Award Magazine saat baru menjabat sebagai Kapolres Bima Kota.
Untuk diketahui, AKBP Didik Putra Kuncoro sudah dicopot dari jabatannya dan saat ini diamankan Mabes Polri. Ia di juga menerima aliran dana dari Bandar Narkoba yang biasa disebut Koko Erwin.
BACA JUGA:Jadwal WFA Lebaran 2026! ASN dan Pegawai Swasta Bisa Mudik hingga 2 Minggu
Kasus ini terbongkar setelah Polda NTB menangkap Kasat Resnarkoba AKP Maulangi terkait kepemilikan kasus Narkoba. Dari nyanyian Maulangi, terkuak lah informasi bahwa ia mengaku diperintah oleh Kapolresta Bima AKBP Didik untuk mencarikan uang untuk membeli mobil Alphard keluaran terbaru.
Hal itu disampaikan pengacara AKP Maulangi dalam jumpa persenya.
"Perintah itu pada bulan Desember 2025. Klien kami diminta AKBP Didik untuk membeli Toyoto Alphard keluaran terbaru seharga Rp 1,8 miliar, " Katanya.
Karena diancam akan dicopot dari jabatannya, Akhirnya AKP Maulangi meminta bantuan Bandar Narkoba Erwin. Permintaan itu disanggupi Erwin dengn syarat ia bebas mengedarkan narkoba di Lombok.