Lihat Sunrise di Danau Dendam Tak Sudah, Dua Pemuda Dikeroyok 10 Pria Bersajam
Dua pemuda mengalami luka serius akibat pengeroyokan disertai penikaman saat menunggu matahari terbit di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, --
BENGKULU, KORANRB.ID – Dua pemuda mengalami luka serius akibat pengeroyokan disertai penikaman saat menunggu matahari terbit di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu,
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu 10 Januari 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.
Dalam peristiwa ini korban diketahui bernama Edo Rahman (20), seorang mahasiswa asal Desa Pasma Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.
Korban lainnya, Rafles Habib (20), merupakan warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
BACA JUGA:Harga Tetap Tinggi, Suzuki Jimny Long BRI Masih Jadi Buruan Hingga Kini
Keduanya diserang sekelompok pemuda berjumlah sekitar 10 orang yang diduga menggunakan senjata tajam dan benda tumpul. Saat kejadian, kedua korban tengah berada di sekitar danau bersama tiga orang rekannya untuk menunggu sunrise, yang menjadi salah satu daya tarik wisata di lokasi tersebut.
Namun suasana yang awalnya tenang mendadak berubah mencekam ketika sekelompok pria datang dan langsung melakukan pengeroyokan tanpa banyak bicara.
Akibat serangan tersebut, Edo Rahman mengalami luka tusuk senjata tajam jenis keris di bagian punggung. Meski terluka, korban masih sempat melarikan diri ke bawah jembatan yang berada di kawasan danau.
BACA JUGA:KONI Bengkulu Matangkan Target PON 2028, Bidik 25 Besar dan Prioritaskan Cabor Potensi Emas
Sementara itu, Rafles Habib mengalami sejumlah luka, di antaranya luka tusuk di bagian paha dan perut, luka gores di dekat mata, luka pada tangan, serta bengkak di beberapa bagian tubuh akibat dipukul pelaku.
Salah seorang teman korban, Wilman (23), mengatakan setelah diserang, kedua korban berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian. Dalam kondisi terluka, korban kemudian menghubunginya untuk meminta pertolongan.
“Setelah saya dihubungi, saya langsung menjemput mereka dan membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Wilman.
Setelah mendapat penanganan medis awal, sekitar pukul 10.00 WIB kedua korban mendatangi Polresta Bengkulu untuk melaporkan peristiwa tersebut.
BACA JUGA:Telaga Warna Dieng Viral di Media Sosial, Kunjungan Wisatawan Meningkat Signifikan