Gara-gara 'Standing' Motor, Pelajar SMA di Kota Bengkulu Ditusuk
JELAKAN : Orang tua korban penusukan di Penurunan sedang menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa anaknya, Senin 30 Maret 2026. WEST JER TOURINDO/RB--
KORANRB.ID - Tujuh jahitan harus mendarat di pinggang kiri AG (16), seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bengkulu. Korban menjadi sasaran penusukan brutal kelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di kawasan Jalan Putri Gading Cempaka, Kelurahan Penurunan pada Minggu 29 Maret 2026.
Peristiwa berdarah ini bermula dari insiden kecelakaan tunggal yang memancing emosi sekelompok pemuda di lokasi kejadian.
Nasib nahas menimpa AG saat ia berboncengan dengan rekannya, BG, untuk membeli rokok. Ketegangan pecah setelah motor yang mereka kendarai terjatuh akibat aksi standing di jalan dua jalur tersebut.
Bukannya mendapat pertolongan, korban justru didatangi sekelompok pemuda dari seberang jalan yang langsung memicu keributan tanpa alasan jelas.
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Kembangkan Kasus Korupsi PLTA Musi, Potensi Tersangka Baru
BACA JUGA:Hari Pertama Masuk Kerja, Tidak Ditemukan ASN Bolos, Izin dan Sakit Tetap Ada
Mulyanto, ayah korban, menuturkan bahwa para pelaku datang dengan sikap menantang berkelahi. "Awalnya anak saya hanya lewat bersama temannya untuk beli rokok. Setelah itu mereka jatuh dari motor, lalu tiba-tiba didatangi beberapa orang dari seberang jalan yang langsung mengajak berkelahi," ungkap Mulyanto.
Situasi semakin mencekam ketika para pelaku mulai menggunakan kayu untuk memukul BG. Rekan korban tersebut berhasil menyelamatkan diri, namun AG yang tertinggal di lokasi menjadi sasaran amukan. Pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang mengeroyok korban hingga salah satunya menghujamkan senjata tajam ke pinggang AG.
"Anak saya dipukuli ramai-ramai. Salah satu pelaku juga menusuk pinggangnya. Setelah itu para pelaku langsung pergi meninggalkan korban di lokasi," jelas Mulyanto.
Melihat korban bersimbah darah, warga sekitar langsung melarikan AG ke rumah sakit untuk mendapat tindakan medis darurat.
BACA JUGA:Sidang Korupsi PT Pos Bengkulu: Terdakwa Minta Bebas dan Sisa Uang Dikembalikan
BACA JUGA:Sidang Korupsi PT Pos Bengkulu: Terdakwa Minta Bebas dan Sisa Uang Dikembalikan
Keluarga korban kini telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Mulyanto mendesak agar polisi segera mengidentifikasi dan menangkap komplotan pelaku yang melakukan aksi kekerasan jalanan tersebut. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi. Kami berharap pelaku bisa segera ditangkap karena anak saya menjadi korban tanpa sebab,” tegas Mulyanto.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya rekaman kamera pemantau di sekitar Jalan Putri Gading Cempaka guna melacak pelarian para pelaku.