Jaksa Hadirkan Pengawas Internal Bongkar Kredit Fiktif Bank Capem Topos
BERIKAN: Dua saksi memberikan keterangan di PN Bengkulu terkait dengan perkara kredit fiktif Bank Cabang Pembantu Topos, 31 Maret 2026.--WEST JER TORINDO/RB
BENGKULU, KORANRB.ID – Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi kredit fiktif bank plat merah Cabang Pembantu (Capem) Topos kembali digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa 31 Maret 2026.
Jaksa menghadirkan dua saksi pengawas internal bank plat merah tersebut, yakni Pimpinan Divisi Pengawasan Muhammad Sholeh dan Irwanto yang merupakan petugas kontrol internal.
Dalam sidang tersebut, saksi mengungkap adanya manipulasi data kredit hingga pemalsuan dokumen yang terungkap setelah dilakukan audit menyeluruh.
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sahat Saur Parulian Bajarnahor, SH, MH.
BACA JUGA:Tujuh Kasus PHK Tuntas, Satu Masuk Meja Hijau
Di hadapan majelis hakim, Muhammad Sholeh menjelaskan bahwa pihaknya melakukan audit menyeluruh terhadap operasional bank Capem Topos setelah muncul indikasi permasalahan dalam penyaluran kredit.
Dari hasil audit tersebut, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penyaluran kredit, mulai dari praktik top up kredit yang tidak sesuai prosedur hingga dugaan kredit fiktif yang disertai manipulasi data.
“Setelah kami lakukan audit menyeluruh, memang ditemukan adanya manipulasi dalam proses kredit.
Ada top up yang tidak sesuai aturan dan itu jelas melanggar ketentuan perbankan,” ungkap Muhammad Sholeh di persidangan.
BACA JUGA:Belanja Pegawai Masih 45,5 Persen, Pemkot Rumuskan Strategi Anggaran
Ia juga menegaskan bahwa dalam pemeriksaan internal tersebut ditemukan indikasi kuat adanya kredit fiktif yang dilakukan dengan cara memanipulasi dokumen dan data nasabah.
“Informasi mengenai adanya kredit fiktif itu benar.
Kami menemukan adanya manipulasi data, bahkan ada dokumen kredit yang dipalsukan agar proses pencairannya bisa berjalan,” tegas Sholeh.
Menurutnya, mekanisme penyaluran kredit di perbankan seharusnya melalui tahapan administrasi dan analisis yang ketat.