Dendam Berujung Sel, Pengeroyok Sawah Lebar Tertangkap
RINGKUS : Personel Satreskrim Polresta Bengkulu berhasil meringkus tersangka penganiayaan, 1 April 2026. WEST JER TOURINDO/RB--
KORANRB.ID - Pelarian dua pemuda yang terlibat aksi pengeroyokan brutal di Jalan Meranti II, Kelurahan Sawah Lebar, akhirnya kandas di tangan Tim Opsnal Macan Ratu Kepolisian Sektor (Polsek) Ratu Agung.
Berbekal rekaman kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV), polisi menciduk tersangka NT (19) dan Fb (20) pada Rabu dini hari, 1 April 2026, setelah sempat bersembunyi selama tiga hari.
Dua pemuda ini tidak berkutik saat polisi mendatangi persembunyian mereka di kawasan Sawah Lebar. NT yang tercatat sebagai warga Jalan Merawan dan Fb warga Jalan Cendana, diduga kuat menjadi bagian dari komplotan yang menganiaya korban pada Kamis dini hari, 29 Maret 2026 lalu.
Kapolsek Ratu Agung, AKP Ayu Sekar Sari Kuraisin SIK, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari identifikasi visual di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
BACA JUGA:Sidang Tipikor Tol Bengkulu Ungkap Dugaan Aliran Uang ke Eks Kepala BPN
BACA JUGA:ASN Pemprov Bengkulu WFH Setiap Jumat, Layanan Publik Tetap Normal
Polisi lebih dulu meringkus NT, yang kemudian "bernyanyi" hingga menyeret nama rekannya, Fb.
“Benar, dua pelaku tindak pidana pengeroyokan berhasil ditangkap oleh tim opsnal Polsek Ratu Agung. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Ayu Sekar Sari Kuraisin SIK di ruang kerjanya.
Peristiwa berdarah ini bermula saat korban tengah duduk santai di sebuah warung di Jalan Meranti II. Tanpa peringatan, sekelompok pemuda yang mengendarai tiga sepeda motor mengepung lokasi. Diperkirakan ada enam orang yang terlibat dalam serangan mendadak tersebut.
Korban sempat mencoba menghindar, namun kalah jumlah. Bogem mentah mendarat berkali-kali ke tubuh korban hingga ia terkapar di aspal. Para pelaku baru memacu motornya melarikan diri setelah warga sekitar mulai berdatangan untuk melerai.
BACA JUGA:ASN Pemprov Bengkulu WFH Setiap Jumat, Layanan Publik Tetap Normal
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Kaji Geser TPP ASN, Kepala BKAD: Nilainya Tidak Hilang, Tetap untuk Pegawai
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi premanisme ini bukan dipicu masalah sepele di lokasi. Polisi menemukan adanya rekam jejak perselisihan lama antara kelompok pelaku dan korban.
“Motif sementara adalah balas dendam. Sebelumnya korban dan para pelaku pernah terlibat perkelahian,” pungkas Kapolsek AKP Ayu Sekar Sari Kuraisin SIK.