Polresta Bengkulu Hentikan Penyelidikan Kasus Temuan Mayat di Warung Jus Bajak
EVAKUASI : Jasad lansia warga jalan Adam Malik Kota Bengkulu sedang dievakuasi guna memindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jumat 3 April 2026. WEST JER TOURINDO/RB --
KORANRB.ID - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu resmi menutup penyelidikan atas kematian Suherman yang jasadnya ditemukan di kawasan Warung Jus Bajak, Minggu 5 April 2026.
Keputusan ini diambil setelah hasil visum memastikan tidak ada indikasi kekerasan, sekaligus mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia murni akibat penyakit kronis yang dideritanya.
Penghentian kasus ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bengkulu Iptu Revi Harisona, SH, MH.
Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan satu pun jejak penganiayaan atau tindak pidana pada tubuh pria berusia lanjut tersebut.
BACA JUGA:Razia Malam, Miras Diamankan Polisi
BACA JUGA:Antisipasi DBD, Dinkes Rejang Lebong Perketat PSN
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan pengecekan terhadap tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga diketahui sedang dalam kondisi sakit,” ujar Revi.
Suherman diketahui merupakan warga Jalan Adam Malik, namun sehari-hari ia menetap di Panti Sosial Tresna Werda Bengkulu.
Penemuan jasadnya sempat memicu kegaduhan karena warga awalnya mengira korban hanya sedang tertidur di emperan Warung Jus Bajak. Kecurigaan muncul saat korban tidak kunjung merespons ketika coba dibangunkan berkali-kali oleh saksi di lokasi.
BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Bengkulu Utara Turun, Masih Di Atas Acuan
BACA JUGA:Direktur Definitif Dilantik, Sinyal Kuat Kebangkitan Pesantren Pancasila Bengkulu
Pihak keluarga yang didatangkan ke Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Bengkulu juga telah memberikan kesaksian mengenai riwayat kesehatan korban. Pernyataan keluarga ini memperkuat temuan polisi di lapangan bahwa kondisi fisik Suherman memang sudah menurun sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memang sedang sakit. Dengan hasil pemeriksaan yang ada, kami memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana,” tambah Revi.