Tiga Hari Dicari, Korban Perahu Karam Ditemukan Tak Bernyawa, Terdampar di Tepi Pantai Lentara Merah
ANGKAT: Jasad korban perahu karam sedang diangkat ditemukan di Pantai Lentara Merah, 7 April 2026.--WEST JER TOURINDO/RB
BENGKULU, KORANRB.ID - Pencarian nelayan yang hilang akibat perahu yang digunakannya karam di perairan Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah tiga hari operasi pencarian, korban Ujang Sidik (63) warga Kelurahan Lempuing, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terdampar di tepi Pantai Lentara Merah, Selasa 7 April 2026.
Jasad korban ditemukan di bibir pantai saat tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah dilakukan sejak peristiwa perahu karam terjadi.
Dantim Basarnas Bengkulu, Deki Apriansya, mengatakan korban ditemukan setelah tim memperluas area pencarian hingga ke wilayah pesisir yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
“Korban atas nama Ujang Sidik ditemukan di tepi Pantai Lentara Merah dalam kondisi meninggal dunia.
Lokasinya masih berada di jalur arus dari lokasi kejadian, sehingga kemungkinan korban terbawa arus hingga ke pesisir tersebut,” ujar Deki Apriansya.
Ia menjelaskan, selama proses pencarian tim SAR gabungan melakukan berbagai metode penyisiran untuk mempercepat penemuan korban.
BACA JUGA: 186,2 Hektare Lahan Pertanian di Seluma Terdampak Banjir
“Sejak hari pertama hingga hari ketiga, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan tiga pola.
Pertama penyisiran di perairan menggunakan perahu, kemudian pemantauan udara menggunakan drone untuk melihat kondisi permukaan laut dari ketinggian, serta penyisiran darat di sepanjang garis pantai,” jelasnya.
Menurutnya, area pencarian juga diperluas hingga ke perairan sekitar Pulau Tikus karena adanya kemungkinan korban terbawa arus laut menjauh dari lokasi awal kejadian.
“Area pencarian kami perluas hingga ke arah Pulau Tikus dan sepanjang garis pantai.