36 Juta Serangan Siber Sasar Pemkot Bengkulu, Tim Khusus Dibentuk
Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu. IST/RB --
KORANRB.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi membentuk tim tanggap insiden siber (BENGKULUKOTA–CSIRT) setelah sistem digital miliknya diserang lebih dari 36 juta kali dalam sebulan terakhir.
Langkah ini merupakan upaya memperkuat keamanan siber agar insiden tidak kembali melumpuhkan layanan publik.
Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Bengkulu, Wiwik Rahayu, menjelaskan tim CSIRT dibentuk bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Tim ini dibentuk untuk menanggulangi, memulihkan, sekaligus mencegah insiden keamanan siber secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
BACA JUGA:BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Angin Capai 60 Km per Jam
BACA JUGA:Dana Banpol Bengkulu 2025, PPP dan Golkar Belum Cair
Menurut Wiwik, tim akan memberikan peringatan dini, menganalisis ancaman, serta memberi rekomendasi teknis kepada setiap perangkat daerah. Jika terjadi serangan, tim juga siap turun langsung untuk memastikan sistem segera pulih.
Selain penguatan teknis, Pemkot juga memperkuat aspek hukum melalui dua regulasi: Peraturan Wali Kota Bengkulu Nomor 16 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Persandian untuk Pengamanan Informasi, dan Perwal Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Sertifikat Elektronik. Kedua regulasi ini menjadi payung hukum untuk menjamin keamanan, kerahasiaan, dan keaslian data pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Gita Gama Raniputera, menyebut mayoritas serangan bersifat defacement (perubahan tampilan situs web) dan DDoS (HTTP Flood Layer 7) yang memperlambat akses situs serta aplikasi. “Dalam sehari, serangan bisa mencapai sekitar 500 kali percobaan. Selama Oktober 2025 saja tercatat 31.046 serangan, dan total sepanjang tahun ini sudah mencapai 163.928 serangan,” jelasnya.
BACA JUGA:2 Bunga Rafflesia Mekar Sekaligus di Kawasan Wisata Kemumu
BACA JUGA:Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Rp3 Miliar
Gita menambahkan, peningkatan serangan ini menjadi sinyal bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kesadaran digital. Karena itu, Diskominfo rutin menggelar pelatihan dan workshop keamanan siber bagi aparatur.
“Pertahanan digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga kesiapan manusia di balik sistem. Kami terus memperkuat SDM agar setiap pegawai siap menghadapi situasi darurat siber,” ujarnya.
Dengan langkah strategis ini, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan data dan keamanan informasi publik di tengah derasnya gelombang serangan siber global.