Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Harga Beras Bengkulu Masih di Atas HET Awal 2026

PANTAU : Para personel Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu sedang memantau harga beras si salah satu gerai yang ada di pasar Panorama Bengkulu, Kamis 8 Januari 2026. WEST JER TOURINDO/RB--

KORANRB.ID - Harga beras di Bengkulu masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi, memicu pengawasan intensif Kepolisian Daerah Bengkulu guna menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.

Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Bengkulu kembali melakukan pemantauan harga beras di awal tahun 2026. 

Pengawasan dilakukan di gerai, grosir, minimarket, serta pasar tradisional di wilayah Bengkulu.

Hasil pemantauan menunjukkan harga beras, baik jenis medium maupun premium, masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi. Untuk beras medium, harga terpantau berkisar antara Rp12.500 hingga Rp14.500 per kilogram. Sementara itu, beras premium dijual dengan harga Rp15.000 hingga Rp16.800 per kilogram.

BACA JUGA: Pemuda Curup Tertangkap Saat Beraksi di Kepahiang, Motor Curian Mau Dijual ke Kepala Curup

BACA JUGA:Sudah Laku, Satu Unit Lelang Mobnas Belum Ditebus

Kenaikan harga tersebut terjadi di seluruh rantai distribusi, mulai dari tingkat distributor, agen, hingga gerai ritel modern dan minimarket di Provinsi Bengkulu. Kondisi ini terpantau saat pengecekan lapangan yang dilakukan kepolisian.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi, Provinsi Bengkulu masuk dalam Zona 2. Pada zona ini, Harga Eceran Tertinggi beras medium ditetapkan sebesar Rp14.000 per kilogram dan beras premium Rp15.400 per kilogram.

Kepala Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Bengkulu, Komisaris Polisi Jery Nainggolan, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa rata-rata harga beras di Bengkulu masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh sumber pasokan beras yang berasal dari luar provinsi.

"Di awal tahun beras di Provinsi Bengkulu masih berada di atas HET disebabkan sumber beras berasal dari produsen luar Provinsi Bengkulu, yakni Lampung, ongkos akomodasi masih tergolong tinggi," terang Kompol Jery.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Perkuat Pengawasan Jalan Provinsi Bernilai Rp600 Miliar

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Perkuat Pengawasan Jalan Provinsi Bernilai Rp600 Miliar

Untuk mengendalikan harga di tingkat pelaku usaha, Kepolisian Daerah Bengkulu akan berkoordinasi dengan Perum Bulog guna mendorong pelaksanaan operasi pasar murah. Langkah ini diharapkan dapat menekan harga dan menjaga stabilitas pasar.

Meski harga jual masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi, kepolisian memastikan pasokan beras di Bengkulu masih mencukupi dan kondisi pasar relatif stabil. Pemantauan lapangan juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan