Pemkot Bengkulu Matangkan Botoi-Botoi Fest di Kota Tuo
MATANGKAN: Pemkot Bengkulu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Botoi-Botoi Fest yang akan digelar di kawasan wisata Kota Tuo. HENDRI SAPUTRA/RB--
KORANRB.ID - Pemkot Bengkulu mematangkan Botoi-Botoi Fest yang dijadwalkan Minggu, 8 Februari 2026, pukul 07.00 WIB. Festival budaya pesisir ini ditargetkan menyedot ribuan pengunjung dan menggerakkan ekonomi kawasan Kota Tuo.
Persiapan Botoi-Botoi Fest di kawasan wisata Kota Tuo, Kelurahan Pasar Bengkulu, memasuki tahap akhir. Pemerintah Kota Bengkulu menyebut kesiapan teknis telah mencapai sekitar 80 persen.
Kesiapan itu mengemuka dalam rapat final yang digelar lintas organisasi perangkat daerah. Rapat dipimpin Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Dewi Dharma bersama Staf Ahli Eddy Apriyanto.
Rapat juga dihadiri Plt Asisten I Sahat Marulitua Situmorang dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin sebagai leading sektor. Sejumlah OPD, unsur pengamanan, dan kebencanaan turut dilibatkan.
BACA JUGA:Turun Drastis, Anggaran Fisik Dinas PUPR Tahun ini hanya Rp36,8 Miliar
BACA JUGA:Jumlah Investor Pasar Modal Naik, Perdagangan Saham Masih Bergejolak
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin menyebut festival ini merupakan agenda tahunan. Karena itu, koordinasi lintas OPD menjadi kunci kelancaran pelaksanaan.
“Persiapan sudah hampir rampung. Ini event kalender tahunan, sehingga perlu kerja sama dan kolaborasi semua OPD agar pelaksanaannya maksimal,” ujar Nina.
Festival yang masuk Kalender Event Pariwisata Kota Bengkulu 2026 ini diproyeksikan menarik sekitar 10 ribu pengunjung. Selain promosi wisata, kegiatan ini juga ditujukan menjaga kearifan lokal masyarakat pesisir.
Beragam agenda disiapkan, mulai dari Narik Pukek, tari kolosal, lomba memasak ikan, hingga lomba menghias perahu. Bazar UMKM juga dilibatkan untuk memberi ruang ekonomi warga sekitar.
BACA JUGA:Pjs Kades Nangai Tayau I Akui Potong Siltap, Dalih Sumbangan Sukarela
BACA JUGA:Travo Rusak Ganggu Operasional RSUD, Pemkab Siapkan Pengganti
“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah pesisir Kota Bengkulu,” jelas Nina.
Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Dewi Dharma meminta setiap OPD melaporkan progres kesiapan. Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan publikasi berjalan maksimal.