Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Irigasi Talang Ilo Rusak, Panen Petani Kota Bengkulu Turun hingga Setengah

TALANG: Kerusakan jaringan irigasi di Talang Ilo membuat panen padi petani Kota Bengkulu merosot tajam hingga separuh produksi normal. ARIF/RB--

KORANRB.ID - Kerusakan total jaringan irigasi di Talang Ilo membuat panen padi petani Kota Bengkulu merosot tajam hingga separuh produksi normal. 

Kondisi ini dikeluhkan petani karena berdampak langsung pada pendapatan, meski harga gabah relatif membaik pada awal 2026.

Petani padi yang tergabung dalam Kelompok Tani Talang Ilo, Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu, menghadapi tekanan berat akibat rusaknya saluran irigasi.

Kerusakan tersebut berlangsung lama dan semakin parah dalam dua musim tanam terakhir.

Ketua Kelompok Tani Talang Ilo, Heriadi, mengatakan kelompoknya beranggotakan 30 petani dengan total lahan sekitar 19,5 hektare. Pada 2025, mereka menerima bantuan benih padi varietas Inpari 32 dari pemerintah.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Tertibkan PKL dan Bangunan Liar KZ Abidin

BACA JUGA:Turun Drastis, Anggaran Fisik Dinas PUPR Tahun ini hanya Rp36,8 Miliar

“Waktu itu dapat bantuan benih sekitar Juli. Hitungannya satu hektare 25 kilo. Totalnya untuk 19,5 hektare. Itu sangat membantu untuk tanam,” ujar Heriadi, Rabu, 4 Februari 2026.

Memasuki 2026, bantuan benih baru sebatas tahap pengusulan ke Dinas Pertanian. Petani berharap usulan tersebut segera terealisasi agar musim tanam berikutnya tidak tertunda.

Namun persoalan utama berada pada infrastruktur pengairan. Dari empat titik saluran irigasi primer di wilayah Talang Ilo, seluruhnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi berfungsi optimal.

“Irigasi kami ini boleh dibilang rusak semua. Empat titik rusak berat. Kalau sebulan saja tidak hujan, air sudah tidak ada. Bocor, patah, jadi suplai air ke sawah, termasuk ke Panorama, tidak sampai,” keluhnya.

BACA JUGA:Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Tumbuh, 1.236 Pabrik Siap Produksi 2026

BACA JUGA:Travo Rusak Ganggu Operasional RSUD, Pemkab Siapkan Pengganti

Selama ini, perbaikan hanya dilakukan secara swadaya oleh petani. Bantuan yang diterima sebatas karung untuk menahan kebocoran, namun sifatnya sementara dan mudah rusak saat hujan deras.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan