Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Kasus ISPA Turun, Risiko Masih Ada

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bengkulu, Sri Martiana. Arif/RB--

KORANRB.ID - Penurunan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Bengkulu sepanjang 2025 belum sepenuhnya menutup risiko penularan. 

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat ribuan kasus masih terjadi dan kelompok anak-anak hingga usia produktif tetap menjadi sasaran utama, terutama di tengah mobilitas warga yang tinggi pada awal 2026.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski tren kasus ISPA menunjukkan penurunan signifikan. 

Penyakit yang menular melalui batuk dan bersin itu masih berpotensi menyebar cepat jika kewaspadaan menurun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana, menjelaskan ISPA umumnya disebabkan virus influenza yang mudah menyebar melalui droplet atau percikan air liur.

BACA JUGA:Irigasi Talang Ilo Rusak, Panen Petani Kota Bengkulu Turun hingga Setengah

BACA JUGA:Pantai Panjang Ditata Serius, 120 Gazebo Gratis Siap Sambut Wisatawan

“Penularannya lewat droplet. Kalau sedang flu tapi tidak pakai masker, sangat mudah menularkan ke orang sekitar,” jelas Sri kepada RB, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menyebut daya tahan tubuh menjadi faktor kunci kerentanan seseorang terhadap ISPA. Kondisi fisik yang lemah dan cuaca dingin mempercepat penyebaran virus.

“Intinya ada virus yang menyerang tubuh. Saat musim dingin atau kondisi fisik lemah, ISPA lebih cepat terjadi,” tambahnya.

Berdasarkan pemantauan Dinkes, kelompok paling rentan terserang ISPA adalah balita serta warga usia produktif 19–59 tahun. Tingginya aktivitas dan interaksi sosial membuat kelompok ini lebih sering terpapar.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Tertibkan PKL dan Bangunan Liar KZ Abidin

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Matangkan Botoi-Botoi Fest di Kota Tuo

“Usia produktif mobilitasnya tinggi, sering bertemu banyak orang, sehingga risiko penularannya juga besar,” ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan