Garuda Indonesia Hentikan Rute Bengkulu-Jakarta Maret 2026, Jemaah Umrah Terancam Telantar
PACU: Landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta Jakarta beberapa waktu lalu. OKI IBRIANSYAH/RB--
KORANRB.ID - Maskapai Garuda Indonesia dipastikan berhenti menerbangi langit Bumi Merah Putih mulai 28 Maret 2026 mendatang.
Keputusan sepihak ini memicu kegentingan baru bagi konektivitas daerah, sekaligus menyandera nasib ribuan jemaah umrah asal Bengkulu yang kini terancam mengalami kendala logistik serius saat transit di Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bereaksi cepat menyikapi rencana penutupan rute maskapai pelat merah tersebut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bakal segera memanggil manajemen maskapai untuk meminta penjelasan konkret di balik kebijakan yang mengejutkan ini.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Kejati Bengkulu Gelar Bazar Sembako Murah di Rumah RJ
BACA JUGA:BPOM Bengkulu Inspeksi Dapur MBG Jalan Kinibalu
“Kami belum menerima informasi resmi. Nanti akan kita panggil perwakilan Garuda di Bengkulu, kita dengarkan apa kendala dan persoalan yang mereka hadapi,” kata Herwan Antoni saat memberikan keterangan resmi.
Menurutnya, keberadaan maskapai nasional tersebut sangat vital bagi pengembangan Bandar Udara (Bandara) Fatmawati Soekarno menuju standar internasional.
Selama puluhan tahun, rute Bengkulu–Jakarta yang dilayani Garuda dianggap sebagai urat nadi ekonomi dan pemerintahan yang stabil tanpa kendala berarti.
“Kita ingin bandara kita ramai, penerbangan ada. Bengkulu ini sangat membutuhkan konektivitas udara,” tegasnya.
Herwan Antoni menambahkan, pihak pemerintah justru berharap adanya penambahan frekuensi terbang, bukan penghapusan rute secara mendadak.
BACA JUGA:Bupati Lebong Dorong Digitalisasi untuk Majukan Sektor Pertanian
BACA JUGA:QRIS Tumbuh Pesat, Bengkulu Masih Dibayangi Blank Spot Digital
Di sisi lain, sektor biro perjalanan ibadah sudah menerima hantaman langsung.