Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Kasus HIV/AIDS Kota Bengkulu Tinggi, Walikota Instruksikan RT Perketat Tamu

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. HENDRI SAPUTRA/RB --

KORANRB.ID - Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu mendorong Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meminta pengawasan lingkungan diperketat hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Ia secara tegas menginstruksikan aturan tamu wajib lapor 1x24 jam kembali diterapkan.

Pernyataan itu disampaikan Dedy menyikapi tingginya angka kasus HIV/AIDS di ibu kota provinsi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menilai penyebaran tidak lagi terpusat di lokalisasi, tetapi sudah menyebar ke lingkungan permukiman.

BACA JUGA:Eks Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli Akui Terbitkan Izin Lingkungan PT RSM, Jaksa Dalami Dugaan Pelanggaran

BACA JUGA:Menu Ramadan Dipersoalkan, Warga Bengkulu Minta Transparansi Anggaran MBG

Menurut Dedy, salah satu faktor risiko penularan adalah perilaku seks berisiko, termasuk praktik prostitusi dan pergaulan bebas. Karena itu, pengawasan berbasis lingkungan dianggap perlu dihidupkan kembali.

“Saya minta Pak RT agar buat lagi aturan, bagi tamu wajib lapor 1x24 jam. Penyebaran HIV sekarang tidak lagi dari lokalisasi, bisa dari tetangga kita, mungkin dari tempat kos-kosan. Maka Ketua RT harus mengetahui misalnya kemarin ada tamu laki-laki datang ke rumah si anu, hari ini beda lagi orangnya, besok beda lagi, itu perlu dicurigai, apa aktivitas yang dilakukan di rumah itu,” tegas Dedy.

BACA JUGA:Audit Anggaran DLH Mukomuko Tahun 2024–2025 Bergulir, Kepala Dinas Dibebastugaskan

BACA JUGA:Audit Anggaran DLH Mukomuko Tahun 2024–2025 Bergulir, Kepala Dinas Dibebastugaskan

Ia menekankan langkah tersebut bukan untuk mencampuri urusan pribadi warga. Pengawasan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi aktivitas yang berisiko menimbulkan persoalan sosial dan kesehatan.

Instruksi ini menempatkan RT sebagai garda awal deteksi sosial di lingkungan masing-masing. Skema tamu wajib lapor 1x24 jam sebelumnya sempat berjalan, namun belakangan longgar di sejumlah wilayah.

Selain pengawasan lingkungan, Dedy juga menyoroti peran keluarga. Ia meminta orang tua tidak lengah mengawasi pergaulan anak, terutama yang memasuki usia remaja.

“Orang tua harus lebih peduli. Jangan sampai anak-anak kita salah pergaulan yang akhirnya berdampak pada masa depan mereka,” ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan