Ramadan 2026, Dinsos Bengkulu Intensifkan Penertiban Anak Jalanan dan Gepeng
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Abriadi, saat ditemui Harian Rakyat Bengkulu, Kamis 26 Februari 2026. ARIF HIDAYAT/RB--
KORANRB.ID - Aktivitas anak jalanan dan gelandangan pengemis (gepeng) kembali jadi sorotan selama Ramadan 2026. Dinas Sosial Kota Bengkulu memastikan pengawasan diperketat, bahkan patroli lapangan dilakukan rutin tiga kali dalam sepekan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Abriadi, menegaskan penertiban tidak bersifat musiman. Ramadan hanya membuat intensitas pengawasan lebih terasa di titik-titik keramaian.
"Anak-anak ini rata-rata sudah menerima bantuan. Cuma mungkin karena dasar orangnya saja," ujar Abriadi.
Menurutnya, mayoritas anak jalanan yang terpantau sebenarnya sudah pernah menerima bantuan sosial. Namun kebiasaan dan faktor pribadi membuat sebagian kembali turun ke jalan.
BACA JUGA: Permintaan Industri Nasional Meningkat Selama Ramadan
BACA JUGA:Audit Anggaran DLH Mukomuko Tahun 2024–2025 Bergulir, Kepala Dinas Dibebastugaskan
Ia memastikan, patroli bukan hanya saat bulan puasa. Sepanjang tahun, tim Dinas Sosial tetap bergerak.
"Rutinitas kami itu paling seminggu tiga kali tetap keliling. Memang situasi dan kondisinya, kami tiap hari juga keliling. Bahkan saya sendiri sering langsung turun, bersama OPD lain juga," tegasnya.
Pengawasan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang ketertiban umum. Aturan itu memuat penanganan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis.
Fokus utama dinas, kata Abriadi, memastikan tidak ada praktik eksploitasi. Selain itu menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat di ruang publik.
BACA JUGA:Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro
Terkait bantuan sosial di luar program rutin, Dinas Sosial tetap membuka ruang verifikasi. Jika ada laporan warga mengenai keluarga yang belum tersentuh bantuan, tim akan turun langsung.
"Kalau ada laporan dari warga, dari RT atau lurah bahwa memang tidak mampu, kita lihat kondisi keluarganya seperti apa. Kita turunkan tim. Kalau memang harus dikasih bantuan, kita kasih. Itu namanya bantuan sosial," jelasnya.