Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Pembangunan 493 Gerai Koperasi Merah Putih Dikebut, Bengkulu Siap Tampil di Peluncuran Nasional

TINJAU: Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat meninjau pembangunan KDKMP di Lebong belum lama ini.--IST/RB

BENGKULU, KORANRB.ID - Dari total 1.505 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk, sebanyak 493 gerai KDKMP kini tengah dikebut pembangunannya.

Pemerintah daerah menargetkan ratusan gerai KDKMP tersebut rampung pada Maret mendatang, sejalan dengan agenda peluncuran nasional dari pemerintah pusat.

Berdasarkan catatan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, hingga pertengahan Februari progres pembangunan gerai KDKMP menunjukkan tren positif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Eddyson, mengatakan percepatan ini menjadi bagian dari komitmen Bengkulu dalam mendukung program strategis nasional berbasis koperasi.

BACA JUGA:3 Amalan Pokok Ramadan Penentu Ibadah Diterima atau Tidak! Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad

“Dari 1.505 koperasi yang sudah terbentuk, 493 di antaranya sedang dalam proses pembangunan gerai. Target kami, selesai pada Maret ini,” ujar Eddyson.

Tak hanya membangun, Bengkulu juga diproyeksikan menjadi salah satu daerah yang tampil pada panggung nasional.

Sesuai arahan pemerintah pusat, sebanyak 12 gerai KDKMP i di Bengkulu ditetapkan untuk dilaunching secara nasional.

Gerai-gerai ini diharapkan menjadi etalase kebangkitan ekonomi desa dan kelurahan melalui pengelolaan koperasi modern.

BACA JUGA:Hindari! ini 10 Makanan Sahur yang Membuat Cepat Terasa Lapar Kembali

Namun demikian, belum semua koperasi bisa langsung membangun gerai. Eddyson menjelaskan, koperasi yang belum memulai pembangunan umumnya terkendala verifikasi administrasi lahan.

Proses ini masih berjalan dan menjadi prasyarat penting sebelum pembangunan fisik dilakukan.

“Kendala utamanya lahan. Masih ada koperasi yang sedang diverifikasi administrasi lahannya, sehingga belum bisa masuk tahap pembangunan,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah pusat tengah menyiapkan opsi alternatif.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan