Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Jelang Lebaran, Pemkot Siapkan HET di Kawasan Wisata, Jaga Kenyamanan Wisatawan

Pedagang Pantai Panjang Kota Bengkulu --Hendri/RB

BENGKULU, KORANRB.ID – Menyambut lonjakan wisatawan saat libur Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu bergerak cepat. 

Bukan hanya mempercantik destinasi, tetapi juga memastikan harga makanan dan minuman di kawasan wisata tetap terkendali.

Melalui surat edaran resmi Walikota Bengkulu yang segera diterbitkan, Pemkot akan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas yang banyak dijual di ruang publik dan lokasi wisata. 

Kebijakan ini ditargetkan mulai berlaku paling lambat H-2 Lebaran.

BACA JUGA:Dewan Kaur Siap Kawal Proyek Strategis di Tahun 2026

Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga citra pariwisata Kota Bengkulu sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan penetapan HET merupakan bentuk komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga pada momentum hari besar keagamaan.

“Kami bersama Bapak Walikota Bengkulu segera mengeluarkan surat edaran terkait HET.

Tujuannya agar harga makanan dan minuman di lokasi wisata lebih terstandar dan tidak memberatkan masyarakat, terutama saat momen Lebaran,” ujar Nina Senin 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Pemkab Kaur Siap Bersinergi, Dukung Penuh Operasi Ketupat Nala 2026

Adapun sejumlah harga yang akan diatur antara lain kelapa muda murni Rp10.000 per buah, kelapa muda dengan topping gula merah, susu atau cokelat Rp12.000, Pop Mie Rp10.000, serta es teh Rp5.000 per gelas.

Menurut Nina, angka tersebut telah melalui pertimbangan matang dengan melihat harga modal pedagang di lapangan. 

Pemkot Bengkulu ingin memastikan pedagang tetap memperoleh keuntungan yang wajar tanpa membebani konsumen.

“Kita ingin adil untuk semua. Pedagang tetap mendapatkan keuntungan, tetapi konsumen juga merasa nyaman dan tidak khawatir dengan lonjakan harga yang tidak wajar,” jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan