Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Banyak Kendaraan Tunggak PKB, Lampu Kuning Kemandirian Fiskal Daerah, Masyarakat Minta Solusi Meringankan

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Bengkulu sekaligus Kepala UMB Global Engagement, Andi Azhar, Ph.D--IST/RB

BENGKULU, KORANRB.ID – Tingginya angka ketidakpatuhan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Provinsi Bengkulu menjadi sorotan serius. 

Data yang disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat, saat ini ada sebanyak 69 persen atau sekitar 881 ribu kendaraan di Bengkulu tercatat menunggak pajak. 

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal anomali fiskal yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Bengkulu sekaligus Kepala UMB Global Engagement, Andi Azhar, Ph.D, menyebut angka tersebut sebagai persoalan struktural yang harus segera dibenahi secara menyeluruh.

BACA JUGA:Tes HIV Tembus 49 Ribu Orang, 258 Orang Positif

"Ini adalah sinyal ‘anomali fiskal’ yang sangat serius bagi pembangunan Bengkulu.

Potensi pajak yang tercatat mencapai Rp1 triliun, tapi realisasinya hanya sekitar Rp310 miliar.

Selisih yang sangat besar ini perlu kita bedah secara akademik dan kebijakan," ujar Andi melalui sambungan telepon, Selasa 3 maret 2026.

Ia memaparkan, ada tiga poin krusial yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

BACA JUGA:Ekspor Unggas ke Arab Saudi Terganjal Flu Burung

Pertama, persoalan data yang tidak mutakhir atau “data sampah” (obsolete data).

Menurutnya, database kendaraan saat ini masih mencatat kendaraan yang sudah tidak layak pakai, menjadi rongsokan, bahkan beralih fungsi di sektor perkebunan sebagai objek pajak aktif.

"Tanpa pemutakhiran data atau data cleansing secara radikal, terutama untuk kendaraan berusia di atas 10–15 tahun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan selalu terlihat buruk.

Realisasi 31 persen itu dibandingkan dengan potensi semu, sehingga kesannya kinerja rendah, padahal datanya belum bersih," tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan