Suplai BBM Tersendat, Ratusan Pertashop Berhenti Beroperasi
BEROPERASI: Pertashop yang ada di KM 8 Kota Bengkulu tampak masih beroperasi, Selasa, 10 Maret 2026.--OKI IBRIANSYAH/RB
BENGKULU, KORANRB.ID – Keberadaan Pertashop yang selama ini menjadi alternatif pengisian bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang SPBU di Provinsi Bengkulu kini justru menghadapi krisis.
Ratusan unit Pertashop dilaporkan terpaksa menghentikan operasional akibat pasokan BBM yang tidak lancar.
Dari sekitar 200 unit Pertashop yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu, hanya sekitar 90 unit yang masih diketahui beroperasi.
Itupun dalam kondisi tidak normal.
BACA JUGA:DPRD Dukung Perluasan Jaringan Air Bersih di Bengkulu Utara
Sementara sekitar 110 unit lainnya terpaksa berhenti beroperasi, bahkan sebagian di antaranya telah gulung tikar karena tidak mampu menutup biaya operasional.
Ketua DPD Himpunan Pertashop Merah Putih (HPMP) Provinsi Bengkulu, Steven, mengatakan kondisi ini dipicu oleh terbatasnya pasokan BBM yang selama ini ditangani oleh PR Petrofin Pertamina.
Pasokan yang diterima Pertashop dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, setiap Pertashop hanya menerima suplai sekitar tiga ton BBM dalam satu kali pengiriman, dan distribusinya pun hanya dilakukan satu kali dalam sepekan.
BACA JUGA:Antisipasi Penimbunan, Polres Pantau Distribusi Gas Melon
Dengan jumlah tersebut, stok BBM di Pertashop cepat habis dan tidak mampu melayani permintaan konsumen secara berkelanjutan.
“Kondisi ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap ketersediaan BBM di Pertashop.
Banyak konsumen akhirnya kembali memilih mengisi BBM di SPBU,” ujarnya.
Padahal, sejak awal kehadirannya, Pertashop diharapkan mampu memperluas akses distribusi BBM hingga ke wilayah yang jauh dari SPBU serta membantu mengurangi antrean di stasiun pengisian bahan bakar.