Direktur Definitif Dilantik, Sinyal Kuat Kebangkitan Pesantren Pancasila Bengkulu
LANTIK: H. M. Sahri, SH, MH saat dilantik sebagai Direktur Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu, Kamis, 2 April 2026.--IST/RB
BENGKULU, KORANRB.ID – Momentum penting kembali ditorehkan Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu.
Pelantikan direktur definitif periode 2026–2030 menjadi penanda dimulainya babak baru kebangkitan lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut, Kamis, 2 April 2026.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, hadir langsung dalam prosesi yang digelar di lingkungan pesantren.
Suasana pelantikan berlangsung khidmat, sekaligus penuh harapan akan arah baru yang lebih progresif.
BACA JUGA:WFH Jumat Belum Berlaku di Bengkulu Utara
Serah terima jabatan dilakukan dari Pelaksana Tugas (Plt) Direktur, Drs. Rusdi Bakar, M.Pd, kepada direktur definitif terpilih, H. M. Sahri, SH, MH.
Pergantian kepemimpinan ini tidak sekadar formalitas administratif, tetapi menjadi titik balik yang diharapkan mampu mengangkat kembali pamor Pesantren Pancasila Bengkulu seperti masa kejayaannya dahulu.
Dalam sambutannya, Khairil Anwar menegaskan optimisme pemerintah daerah terhadap kapasitas dan rekam jejak direktur yang baru.
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat, didukung wawasan luas dan jaringan yang mumpuni, menjadi modal penting untuk mendorong transformasi pesantren ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.
BACA JUGA:Pengawasan Truk ODOL Diperketat, Batasi Akses dan Jam Bongkar Muat
“Dengan pengalaman serta jejaring yang dimiliki, kami yakin kepemimpinan yang baru mampu menghadirkan perubahan nyata, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan Pesantren Pancasila,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung visi besar Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mewujudkan daerah yang religius.
Pesantren, kata dia, bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pesantren ini menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang religius, sejalan dengan visi gubernur,” tambahnya.