Revitalisasi Angkot Bengkulu Digenjot, Pemkot Benahi Jalur hingga Terminal
ALUR: Pemkot Bengkulu saat memberlakukan jalur One Way di Jalan Kz. Abidin beberapa waktu lalu.--Ist/RB J
BENGKULU, KORANRB.ID – Upaya menghidupkan kembali angkutan kota (angkot) di Kota Bengkulu kini tidak lagi sebatas wacana.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menjalankan serangkaian langkah strategis untuk membangkitkan transportasi umum yang sempat meredup akibat perubahan pola mobilitas masyarakat.
Revitalisasi ini diarahkan tidak hanya pada aspek teknis di jalan raya, tetapi juga menyasar perubahan sistem, perilaku pengguna jalan, hingga penataan ulang fasilitas pendukung seperti terminal.
Tujuannya jelas, mengembalikan angkot sebagai moda transportasi yang relevan, terjangkau, dan mampu bersaing di tengah dominasi kendaraan pribadi serta transportasi berbasis aplikasi.
BACA JUGA:Perkara OTT Fee Proyek BBWSS VIII di Kepahiang, Lima Terdakwa Dituntut Ringan
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Bengkulu, Rusman Effendy, menjelaskan bahwa langkah awal yang tengah dilakukan adalah menghidupkan kembali jalur strategis melalui penerapan sistem satu arah (one way), khususnya di kawasan KZ Abidin.
Skema ini dinilai penting untuk menciptakan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih pasti bagi angkot.
"Penataan ini menjadi pintu masuk untuk mengaktifkan kembali angkot.
Dengan sistem one way, kita ingin trayek angkot seperti kuning, hijau, dan merah kembali berjalan optimal di jalur utama," ujar Rusman, Selasa 7 April 2026.
BACA JUGA:Tiga Hari Dicari, Korban Perahu Karam Ditemukan Tak Bernyawa, Terdampar di Tepi Pantai Lentara Merah
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembenahan jalur merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang tidak bisa berdiri sendiri.
Dibutuhkan konsistensi dalam penerapan aturan serta dukungan dari berbagai pihak agar sistem yang dibangun dapat berjalan efektif.
Namun di lapangan, upaya tersebut belum sepenuhnya berjalan mulus.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum meratanya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas yang baru diterapkan.