Data Sekolah Terdampak Banjir, SDN 89 Kota Masih Terapkan Belajar dari Rumah
Terlihat tidak ada kegiatan belajar mengajar di SDN 89 pada Selasa 7 April 2026, karena genangan air di sekitar sekolah belum sepenuhnya surut akibat banjir--Arif Hidayat/RB
BENGKULU, KORANRB.ID – Dampak banjir akibat luapan Sungai Bengkulu turut dirasakan sektor pendidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu melalui Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) kini bergerak cepat melakukan pendataan menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang terdampak, guna memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terarah.
Pendataan ini tidak hanya sebatas mencatat sekolah yang terendam, tetapi juga mencakup jumlah siswa terdampak, kondisi tenaga pengajar, hingga kerusakan fasilitas penunjang pembelajaran.
Langkah ini dinilai penting agar pemerintah memiliki gambaran utuh terkait dampak banjir terhadap proses pendidikan di Kota Bengkulu.
BACA JUGA:Tekankan Inovasi, Walikota Minta Kadis Tinggalkan Pola Kerja Lama
Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Juli Andono, menjelaskan bahwa salah satu sekolah yang mengalami dampak cukup signifikan adalah SD Negeri 89 yang berada di kawasan Perumahan Korpri, Kelurahan Bentiring.
Sekolah tersebut diketahui berada di wilayah yang rawan terdampak banjir, terutama saat debit Sungai Bengkulu meningkat.
"SDN 89 ini memang hampir setiap tahun terdampak banjir karena lokasinya dekat dengan aliran sungai.
Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan," ujar Juli.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Segera Umumkan 3 Besar Kandidat Eselon II
Ia menambahkan, pihaknya masih terus mengumpulkan data rinci terkait kondisi sekolah, termasuk ruang kelas yang terendam, peralatan belajar yang rusak, hingga kemungkinan terganggunya administrasi sekolah.
Selain itu, jumlah siswa yang terdampak juga menjadi perhatian utama, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses belajar mengajar.
Menurut Juli, hasil pendataan ini nantinya akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Bengkulu sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk penyaluran bantuan untuk pemulihan fasilitas pendidikan.
"Kami ingin memastikan semua data lengkap terlebih dahulu, sehingga bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan," jelasnya.