Pengangkatan PPPK Tutupi Kekurangan Guru di Kota Bengkulu
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, Saat ditemui Harian Rakyat Bengkulu, Selasa 7 April 2026.--Arif Hidayat/RB
BENGKULU, KORANRB.ID – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya memperkuat sektor pendidikan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar di seluruh satuan pendidikan.
Di tengah bertambahnya jumlah sekolah dan meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan, persoalan kekurangan guru masih menjadi tantangan yang dihadapi hingga saat ini.
Berdasarkan data terbaru Disdikbud Kota Bengkulu, jumlah satuan pendidikan di wilayah tersebut mencapai 417 sekolah, yang terdiri dari berbagai jenjang mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.
Rinciannya meliputi 4 Taman Kanak-Kanak (TK) negeri dan 238 TK swasta, 80 Sekolah Dasar (SD) negeri serta 41 SD swasta, serta 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan 29 SMP swasta.
BACA JUGA: Transparan, Pengukuran Ulang Lahan di KZ Abidin II Disaksikan Aparat dan Pemkot
Banyaknya jumlah satuan pendidikan ini berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga pengajar yang terus meningkat setiap tahunnya.
Apalagi, seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, kehadiran guru yang memadai dan kompeten menjadi faktor kunci dalam menunjang proses belajar mengajar yang optimal.
Dari sisi tenaga pendidik, saat ini tercatat sebanyak 1.283 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tersebar di seluruh jenjang pendidikan.
Sementara itu, jumlah guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:Taman Tabut Simbol Penataan Kawasan Heritage Bengkulu
Jika sebelumnya hanya berjumlah sekitar 1.125 orang, kini meningkat menjadi hampir 2.408 orang.
Lonjakan jumlah guru PPPK ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menutup kekurangan tenaga pengajar, sekaligus memastikan proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Selain itu, keberadaan guru non-ASN lainnya juga turut memperkuat sektor pendidikan, seperti Guru Tetap Yayasan (GTY) yang berjumlah 2.214 orang serta Guru Tidak Tetap (GTT) yang mencapai 2.324 orang.
Jumlah GTT sendiri mengalami peningkatan drastis dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 110 orang.