152 Angkot Terdata, Dishub Kota Bengkulu Siapkan Penataan
TATA: Dinas Perhubungan menata ulang transportasi umum yang kian ditinggalkan. IST/RB--
KORANRB.ID - Sebanyak 152 unit angkutan kota (angkot) di Kota Bengkulu tercatat aktif dan terdaftar resmi hingga periode 2022–2026, menjadi pijakan awal Dinas Perhubungan menata ulang transportasi umum yang kian ditinggalkan.
Data tersebut dihimpun dari registrasi armada yang masih beroperasi. Seluruhnya telah memenuhi kewajiban administrasi, termasuk pelaporan operasional dan kepemilikan kode lintasan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu, Rusman Effendy, memastikan seluruh angkot yang tercatat memiliki legalitas jelas.
"Seluruh angkutan kota yang berjumlah 152 unit ini sudah terdaftar resmi di Dishub Kota Bengkulu. Mereka juga telah memiliki kode lintasan masing-masing sebagai identitas jalur operasional," ujar Rusman.
BACA JUGA:Beredar Surat DPP PPP, Begini Tanggapan Ketua DPW Bengkulu
BACA JUGA:Bupati Arie Terima Audiensi BPDAS Ketahun, Pastikan Komitmen Kelestarian Aliran Sungai
Ia merinci, armada tersebut terbagi dalam beberapa koridor. Jalur A1 hingga A3 berwarna kuning berjumlah 50 unit. Jalur B1 hingga B2 berwarna hijau sebanyak 9 unit.
Selanjutnya, jalur C1 hingga C2 berwarna merah tercatat 22 unit. Jalur D1 hingga D3 berwarna biru sebanyak 43 unit. Sementara jalur E1 hingga E2 berwarna putih mencapai 28 unit.
Pembagian lintasan ini disusun untuk memastikan jangkauan layanan merata. Setiap koridor melayani rute berbeda, dari pusat kota hingga kawasan pinggiran.
"Penetapan kode lintasan ini bertujuan agar pelayanan transportasi bisa menjangkau seluruh kawasan secara merata, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengenali rute angkot yang akan digunakan," jelasnya.
Di lapangan, eksistensi angkot terus tertekan. Perubahan pola mobilitas warga membuat angkutan ini kian ditinggalkan.
BACA JUGA:Bupati Arie Terima Audiensi BPDAS Ketahun, Pastikan Komitmen Kelestarian Aliran Sungai
BACA JUGA:Kemendag Siapkan Revisi UU Perlindungan Konsumen Hadapi Lonjakan Transaksi Daring
Penggunaan kendaraan pribadi meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, transportasi berbasis daring ikut menggerus jumlah penumpang angkot.