Kerugian Banjir Belum Bisa Ditaksir
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, saat ditemui Harian Rakyat Bengkulu, Rabu 8 April 2026. Arif Hidayat/RB--
KORANRB.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu belum dapat memastikan total kerugian akibat banjir, karena sebagian besar dampak yang ditemukan di lapangan masih berupa kerusakan ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, menyebut hasil pemantauan sementara belum menunjukkan kerusakan signifikan.
"Untuk sementara ini total kerugian belum bisa kita taksir, karena dari hasil pantauan di lapangan tidak ditemukan kerusakan yang signifikan. Sebagian besar hanya kerusakan ringan," jelasnya.
Kerusakan yang tercatat lebih banyak terjadi pada fasilitas pendukung lingkungan. Saluran drainase di sejumlah titik mengalami penyumbatan dan kerusakan ringan akibat tingginya debit air.
BACA JUGA:Bapenda Jemput Bola Awasi Pajak Usaha
BACA JUGA:Himperra Bangun 5 Gazebo di Pantai Panjang Bengkulu untuk Wisata
Kondisi ini dinilai masih bisa ditangani dengan perbaikan teknis sederhana. Penanganan tidak memerlukan anggaran besar dalam waktu dekat.
Selain itu, satu unit sekolah dan satu masjid juga terdampak banjir. Namun, keduanya tidak mengalami kerusakan struktural berat.
Aktivitas di fasilitas tersebut diperkirakan bisa kembali normal setelah pembersihan selesai dilakukan.
Pendataan dampak banjir masih berlangsung. Proses ini melibatkan aparat kelurahan, kecamatan, hingga instansi teknis terkait.
BACA JUGA:Dua CPNS Pemkab Seluma Mengundurkan Diri, Diduga Karena Biaya Hidup di Seluma Tinggi
BACA JUGA:152 Angkot Terdata, Dishub Kota Bengkulu Siapkan Penataan
"Pendataan ini penting agar kita memiliki gambaran yang utuh terkait dampak yang terjadi. Jangan sampai ada yang terlewat, meskipun kerusakannya kecil," ujarnya.
Tim BPBD juga turun langsung ke lapangan. Asesmen cepat dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap aman.