PKL Panorama Disorot, Penertiban Diminta Konsisten
KEMBALI: Pedagang Kaki Lima kembali berjualan di badan jalan Pasar Panorama. HENDRI SAPUTRA/RB--
KORANRB.ID - Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang meluas hingga badan jalan di Pasar Panorama kembali disorot DPRD Kota Bengkulu karena memicu kemacetan dan mengganggu ketertiban kawasan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dr. Desy Maryani, SH, MH, menilai penertiban tidak bisa dilakukan setengah hati.
Menurutnya, kondisi di Pasar Panorama sudah berulang. Pedagang masih menggunakan badan jalan untuk berjualan maupun menaruh barang.
“Kalau tidak ada ketegasan, pelanggaran akan terus berulang. Karena itu, penertiban harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA:Kerugian Banjir Belum Bisa Ditaksir
BACA JUGA:Himperra Bangun 5 Gazebo di Pantai Panjang Bengkulu untuk Wisata
Ia menekankan pendekatan humanis tetap diperlukan. Namun, ketegasan harus berjalan seiring agar aturan tidak diabaikan.
Desy meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu fokus melakukan pengawasan di kawasan tersebut. Penanganan dinilai penting sebelum meluas ke titik lain.
Selain penertiban, ia mendorong pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang. Penyediaan lokasi berjualan yang layak dinilai menjadi kunci.
“Harapannya, dengan sinergi antara ketegasan pemerintah dan pendekatan manusiawi, kita bisa menciptakan pasar yang tertib, nyaman, dan tetap berpihak pada masyarakat kecil,” tutupnya.
BACA JUGA:Dua CPNS Pemkab Seluma Mengundurkan Diri, Diduga Karena Biaya Hidup di Seluma Tinggi
BACA JUGA:152 Angkot Terdata, Dishub Kota Bengkulu Siapkan Penataan
Di lapangan, Satpol PP mengaku tetap melakukan pengawasan rutin. Namun intensitasnya menyesuaikan kondisi personel.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menyebut sebagian personel juga difokuskan untuk penanganan banjir.