Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Indonesia Dorong Integrasi Pasar Ekonomi Islam Global di IES 2026

PENGHUBUNG: Indonesia menegaskan posisinya sebagai penghubung pasar ekonomi Islam dunia. IST/RB--

KORANRB.ID - Indonesia menegaskan posisinya sebagai penghubung pasar ekonomi Islam dunia melalui penguatan perdagangan dan investasi lintas negara. 

Pernyataan itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Indonesia Economic Summit 2026, Rabu, 4 Februari 2026, saat memaparkan capaian konkret ekonomi halal nasional di hadapan pelaku bisnis global.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai peran Indonesia dalam ekonomi Islam global tidak lagi sebatas potensi, melainkan capaian terukur. 

Hal itu disampaikan dalam Multilateral Business Roundtable Indonesia–B57+ yang menjadi bagian dari Indonesia Economic Summit 2026.

BACA JUGA:Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

BACA JUGA:Travo Rusak Ganggu Operasional RSUD, Pemkab Siapkan Pengganti

“Indonesia berdiri di garis depan dalam upaya ini, bukan karena klaim semata, tetapi karena capaian nyata yang diakui secara internasional. Indonesia kembali mempertahankan peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025, sebuah indikator utama yang mengukur kekuatan ekosistem ekonomi Islam global, peringkat tiga, hanya di bawah Malaysia dan Arab Saudi,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rabu 4 Februari  2026.

Forum tersebut dihadiri CEO Indonesia Business Council Sofyan A. Djalil, Founder and Chairman Sriwijaya Capital Arsjad Rasjid, Sheikh Yousef Hasan Khalawi selaku Secretary General of Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD), serta delegasi bisnis dari berbagai negara.

Selain peringkat GIEI, Menag memaparkan dominasi Indonesia pada sejumlah sektor strategis. Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk modest fashion, serta berada di jajaran teratas sektor pariwisata ramah Muslim dan produk halal kosmetik serta farmasi.

BACA JUGA:Gas Mulai Langka, Disperindagkop UKM Rejang Lebong Bakal Sidak Jelang Ramadan

BACA JUGA:3 Jabatan Kadis Tinggal Tunggu Pelantikan, Akan Ada Mutasi Tambahan

Di sektor keuangan, kinerja ekonomi syariah nasional disebut terus menguat. Pangsa pasar keuangan syariah Indonesia mencapai 30,3 persen dari total aset keuangan nasional per Oktober 2025 berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

“Pangsa pasar keuangan syariah Indonesia mencapai 30.3% dari total aset keuangan nasional (Per Oktober 2025, KNEKS). Indonesia juga menjadi destinasi investasi halal terbesar di dunia, dengan sekitar 40 transaksi investasi senilai USD 1,6 miliar sepanjang 2023, mengungguli banyak negara lain dalam menarik modal yang berfokus pada ekonomi halal,” tuturnya.

Menag kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai tujuan utama investasi halal global. “Sepanjang 2023, tercatat sekitar 40 transaksi investasi halal dengan nilai mencapai USD 1,6 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekosistem ekonomi halal Indonesia serta besarnya potensi kolaborasi lintas negara,” tambannya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan