Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Gas Mulai Langka, Disperindagkop UKM Rejang Lebong Bakal Sidak Jelang Ramadan

Jelang Ramadan, stok gas di pengecer mulai timbul tenggelam. --Muharista Delda/RB

KORANRB.ID - Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang Ramadan 1447 Hijriah, tanda-tanda kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Rejang Lebong mulai terlihat. Di sejumlah warung eceran hanya terlihat tumpukan tabung gas melon yang kosong. 

Yusnaini, 37 tahun, pemilik warung berstatus pengecer gas melon di Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah mengaku, stok gas melon tidak dikurangi. Hanya saja begitu stok sampai, gas yang telah diisi ulang oleh PT. Pertamina Gas itu langsung diborong konsumen. 

“Pokoknya hanya hitungan jam, stok gas yang masuk langsung habis dibeli konsumen yang terdata memang berhak menerima gas subsidi,” kata Yusnaini. 

Atas kondisi itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Rejang Lebong, Anes Rahman, S.Sos, M.Sos memastikan akan segera inspeksi mendadak (sidak) ke agen dan pengecer gas melon. Walaupun dari informasi yang disampaikan 3 agen di Rejang Lebong, pasokan gas melon masih berjalan normal.

BACA JUGA:Penerima Beasiswa Kuliah Wajib Masuk Minimal Desil 5

BACA JUGA:Bupati Rejang Lebong Fikri Minta Kepala OPD Langsung Paparkan Persiapan Pembangunan

Dalam artian tidak ada pengurangan dari jatah atau kuota yang disepakati 52 ribu metrik ton untuk tahun 2026. Namun tidak dipungkirinya, bisa saja terjadi aktivitas penimbunan sehingga kuota yang disalurkan tidak tepat sasaran.

“Dalam waktu dekat kami bersama mitra terkait turun ke lapangan mengecek stok gas melon, apalagi tinggal hitungan hari umat Muslim akan menghadapi ramadan yang pastinya memerlukan gas lebih banyak dibanding hari normal,” tukas Anes. 

Diingatkannya kepada siapapun itu, agar tidak melakukan penimbunan gas melon karena peruntukannya jelas hanya kepada warga kurang mampu. Bahkan kepada masyarakat yang mengetahui adanya praktik penimbunan, dimintanya melaporkan ke Disperindagkop atau pihak kepolisian.

Selain itu, masyarakat juga diimbau membeli gas melon sesuai kebutuhan serta membelinya langsung di pangkalan resmi. Yakni pangkalan yang memang terdaftar sebagai pengecer di titik sekitar tempatnya berdomisili. 

BACA JUGA:3 Jabatan Kadis Tinggal Tunggu Pelantikan, Akan Ada Mutasi Tambahan

BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi PT RSM: Kejati Bengkulu Periksa Konsultan Tambang Australia

Diketahui, terdapat 3 agen distributor untuk penyaluran LPG di Kabupaten Rejang Lebong. Yakni PT Karjan Jaya yang membawahi 101 pangkalan, PT Putri Cempaka Lestari dengan 146 pangkalan serta PT Elisa Meriani dengan 62 pangkalan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan