Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Jalan Puguk–Lubuk Resam Dibangun 2026, BPJN Ambil Alih Pelaksanaan

JALAN : Kondisi jalan dari Desa Puguk Menuju Lubuk Resam masih tanah kuning dan sulit dilalui kendaraan. --FIKI/RB

Warga mengaku telah berulang kali melakukan perbaikan jalan secara swadaya, namun hasilnya tidak bertahan lama. Curah hujan tinggi membuat perbaikan yang dilakukan masyarakat kembali rusak hanya dalam hitungan minggu.

Mereka berharap Pemkab Seluma melalui Dinas PUPR dapat meninjau langsung kondisi jalan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan langkah nyata.

“Kami berharap pemerintah daerah tidak hanya mendengar laporan di atas kertas, tapi turun langsung melihat kondisi kami di lapangan,” pinta Saripudin.

Kondisi jalan yang rusak parah tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menurunkan produktivitas ekonomi desa. Banyak petani kesulitan mengangkut hasil bumi seperti karet, kopi, dan sawit karena kendaraan tidak bisa melewati jalan berlumpur.

Masyarakat berharap usulan pembangunan jalan tersebut benar-benar masuk dalam program prioritas infrastruktur tahun 2026 dan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kalau belum bisa dibangun permanen, minimal dikoral dulu. Kami berharap besar jalan ini bisa segera diatasi,” tutupnya.

Menurut Bupati, dana CSR itu dapat mencukupi apabila pengerjaan dilakukan dengan konsep gotong royong bersama masyarakat. 

Namun, apabila proses pembangunan dilakukan melalui sistem kontrak yang melibatkan pihak ketiga, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp 800 juta.

“Dana ini bisa digunakan untuk pembangunan jembatan Simpang asalkan masyarakat bersedia bergotong royong. Kalau memakai kontraktor, dananya tidak cukup karena kebutuhan hampir dua kali lipat,” terangnya.

Untuk diketahui, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Lubuk Resam, Desa Sinar Pagi, dan Desa Talang Empat. 

Namun hingga kini, jalan utama menuju tiga desa itu belum juga dibangun secara permanen.  Sebagian besar jalan masih berupa tanah kuning berlumpur, yang sangat sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi jalan kini semakin memprihatinkan.  Lumpur tebal dan genangan air membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kerap terjebak dan sulit melintas.(eng)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan