Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Salah Penghitungan Debit Air, Penyebab Jembatan Matan Ambruk, Dinas PUPR Minta Kontraktor Segera Perbaiki

TINJAU: Rombongan dari Pemprov Bengkulu saat melakukan peninjauan kondisi jembatan Air Matan yang ambruk akibat banjir bandang di Seluma.--FIKI/RB

SELUMA, KORANRB.ID – Salah perhitungan debit air Muara Matan saat pemetaan topografi, diduga menjadi penyebab jembatan Air Matan ambruk akibat hujan deras yang terjadi di Kabupaten Seluma, Minggu sore, 5 April 2026 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST., M.Si usai meninjau kondisi Jembatan Air Matan bersama Asisten I Setda Bengkulu, Drs. Khairul Anwar, M.Si, bersama rombongan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) atas atensi Gubernur Bengkulu, Selasa 7 April 2026.

“Kita memang akui bahwa perhitungan arus yang terjadi ketika air laut pasang dan air banjir dari sugai itu lebih besar dari hitungan awal,” kata Tejo.

Untuk diketahui, Jembatan Air Matan dibangun dengan anggaran Rp16 miliar yang bersumber dari anggaran Hibah Pasca Bencana, Hibah Rehabilitasi Rekonstruksi Tahun Anggaran (TA) 2024, oleh PT Rodateknindo Purajaya (Rotek) Bengkulu.

BACA JUGA:Dana Banpol Kepahiang 2026 Tertahan Audit BPK dan Turun Alokasi

Bahkan, Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Ngalam dan Desa Rawah Indah, Kecamatan Seluma Selatan baru diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, pada 6 Februari 2026 lalu.

Pantauan RB di lokasi, Selasa 7 April 2026, jembatan tersebut sudah tidak bisa lagi dilalui masyarkat.

Kondisi beton jalan jembatan sudah turun kurang lebih 10 cm dan bagian sisi kiri jembatan (Dilihat dari arah Pasar Seluma) sudah ambruk sebagian dan cukup membahayakan jika dipaksa untuk dilalui.

Diterangkan Tejo, dari sisi pembangunan jembatan sudah sudah sesuai dengan dengan perencanaan awal seperti Standar Teknis & Regulasi (SNI/BMS), serta mempertimbangkan kondisi topografi, daya dukung tanah, dan beban lalu kendaraan yang akan melintas.

BACA JUGA:BMKG Prediksi Cuaca Buruk Tetap Berlanjut Sampai Besok, Warga Kaur Tetap Diminta Waspada

Namun perhitungan kecepatan dan kekuatan arus pasang air laut yang berbenturan langsung dengan besarnya debit air muara menyebabkan turap “dinding penahan jembatan” bocor sehingga oprit “timbunan tanah” ambles terkikis oleh air.

“Kalau dilihat dari spesifikasi seperti ketebalan, kedalaman itu sudah sesuai spesifikasi," katanya lagi.

Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, terang Tejo, Pemprov Bengkulu akan meminta pihak kontraktor agar bisa memperbaiki kembali jembatan tersebut.

Mengingat, saat ini jembatan itu masih dalam pemeliharaan pihak kontraktor.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan