Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Bukan Sekadar Makanan: Lemea, Cermin Budaya Masyarakat Rejang yang Tak Lekang!

KULINER : Lemea, makanan tradisional khas suku Rejang. --Muharista Delda/RB

KORANRB.ID - Pernah membayangkan bagaimana rasa sebuah tradisi yang diwariskan turun-temurun? Pertanyaan itu seolah terjawab ketika seseorang mencicipi “lemea”, makanan khas suku Rejang di Bengkulu yang terbuat dari tunas bambu dan difermentasi secara alami. 

Rasa uniknya, sedikit asam, gurih dan beraroma khas, menjadi cermin dari kearifan lokal masyarakat Rejang yang masih terjaga hingga kini.

Cita Rasa yang Lahir dari Alam

Lemea bukan sekadar makanan, ia adalah warisan budaya yang memperlihatkan keterampilan masyarakat Rejang dalam memanfaatkan hasil alam di sekitarnya. Terbuat dari tunas bambu muda (rebung) yang dipotong tipis, lemea kemudian dicampur dengan ikan air tawar dan sedikit garam. 

BACA JUGA:Fakta Unik Rendang, Makanan Khas Minangkabau Dikenal Terenak yang Mendunia

BACA JUGA:Kenali Fakta Makanan Khas dan Unik di Provinsi Bengkulu

Proses fermentasi yang berlangsung selama beberapa hari membuat lemea memiliki rasa serta aroma khas yang tidak ditemukan pada hidangan lain di Indonesia.

Keunikan bahan utama menjadikan lemea berbeda. Rebung yang dipilih harus benar-benar muda, karena teksturnya yang lembut akan menentukan kualitas akhir. 

Penambahan ikan juga memberi sentuhan gurih alami yang menjadi ciri khas hidangan ini. Dalam masyarakat Rejang, pemilihan bahan, mulai dari ikan hingga rebung, dilakukan dengan sangat teliti karena dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Proses Fermentasi Jadi Kunci Citarasa

Fermentasi adalah inti dari pembuatan lemea. Setelah semua bahan dicampur, adonan disimpan dalam wadah tertutup rapat sehingga mikroorganisme alami dapat bekerja membentuk cita rasa asam yang khas. 

Masyarakat Rejang percaya bahwa fermentasi tidak hanya membuat makanan lebih tahan lama, tetapi juga menyempurnakan rasa sehingga lemea cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai lauk maupun sebagai campuran masakan lain.

BACA JUGA:Ada Peluang Ekonomi Kreatif Pada Makanan Khas Daerah

BACA JUGA: Grand Opening Turkish Station Bengkulu, Makanan Khas Negeri Arab

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan