Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

BGN Mulai Intervensi Medis 18 Persen Anak Stunting

STUNTING: Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, pihaknya saat ini juga fokus pada penanganan stunting. --

JAKARTA – Tidak hanya sekadar membagikan makan siang gratis, namun Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki misi yang jauh untuk anak-anak.

Salah satunya adalah masalah stunting. Saat ini fokus besar BGN  berikutnya adalah melakukan intervensi medis terhadap sekitar 18% anak Indonesia yang terdeteksi masuk dalam kriteria stunting.

Disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, masyarakat harus tahu bahwa ada perbedaan mendasar antara program pemberian makan umum dengan penanganan stunting.

Menurutnya, stunting bukan lagi soal pemenuhan gizi harian biasa, melainkan sudah masuk dalam ranah tindakan medis atau treatment.

BACA JUGA:Gubernur Helmi Minta Semua Perusahaan Tambang Batu Bara Reklamasi, Termasuk PT RSM

"Mengatasi stunting itu beda dengan makan bergizi biasa. Kalau makan bergizi, semua orang kita kasih menu yang sama. Tapi kalau stunting, itu sudah masuk tahap terapi atau treatment," ujar Wamen Benjamin dalam konferensi pers di Jakarta. 

Wamen Benjamin mengatakan, Penanganan stunting akan dilakukan secara personal bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.  Pihaknya akan menggambarkan bahwa setiap anak yang teridentifikasi stunting akan diperiksa secara mendetail, mulai dari berat badan hingga kondisi kesehatan spesifiknya. Nantinya, dosis dan jenis asupan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing anak.

"Ada yang beratnya cuma 1 kg, ada yang 2,5 kg. Dosisnya tidak bisa disamakan. Kita akan pantau per dua minggu, apakah berat badannya naik atau tidak. Ini teknis medis sekali," tutur Benjamin.

Langkah serius ini diambil sebagai bagian dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat Presiden. Dengan anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp335 triliun untuk jangka panjang, BGN merasa memiliki tanggung jawab besar agar dana tersebut benar-benar efektif mengikis angka stunting di tanah air.

Meski target besar 82,9 juta penerima manfaat terus dikejar untuk tercapai pada Mei atau Juni mendatang, BGN tetap memegang prinsip "Jangan Ngoyo" sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Kembali Tertibkan Warem

Artinya, kualitas dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama di atas sekadar mengejar angka. Pejabat BGN menambahkan bahwa saat ini pengawasan dilakukan secara berlapis oleh 17 kementerian dan lembaga.  Hal ini dilakukan untuk memastikan target Zero Accident atau nol kasus masalah pangan di lapangan.

"Presiden berpesan agar tidak dipaksa jika memang butuh waktu sampai Desember, yang penting jaga mutunya. Kami tidak ingin terburu-buru tapi kualitas SDM-nya terabaikan," jelas Nanik S. Deyang Wakil Kepala BGN. (**)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan