3 Amalan Pokok Ramadan Penentu Ibadah Diterima atau Tidak! Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Salat tarawih, salah satu keikhlasan tercermin dari kesungguhan menjalankan puasa. Foto: Gemini/ koranrb.id--
BENGKULU, KORANRB.ID- Bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam kajian terbarunya, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa ada tiga amalan pokok yang menjadi penentu diterima atau tidaknya ibadah seorang Muslim selama Ramadan.
Ketiga amalan ini bukan hanya bersifat ritual, tetapi juga menyentuh aspek hati, akhlak, dan hubungan sosial.
Pesan ini menjadi pengingat penting agar umat Islam tidak hanya fokus pada kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas dan keikhlasan dalam menjalankannya.
BACA JUGA:Malam Lailatul Qadar! Rahasia Kemuliaan yang Wajib Dikejar Umat Islam Menurut Ustadz Abdul Somad
1. Ikhlas, Fondasi Utama Diterimanya Ibadah
Amalan pertama yang menjadi kunci diterimanya ibadah adalah keikhlasan.
Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa setiap ibadah harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk pujian manusia atau pencitraan diri.
Ikhlas berarti membersihkan niat dari riya (pamer), sum’ah (ingin didengar), dan kepentingan duniawi.
Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun bisa menjadi sia-sia di sisi Allah.
BACA JUGA:Mimpi Basah Saat Puasa, Apakah Membatalkan? Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Dalam konteks Ramadan, keikhlasan tercermin dari kesungguhan menjalankan puasa, salat tarawih, membaca Al-Qur’an, serta bersedekah tanpa mengharapkan balasan dari manusia.
Ibadah yang dilakukan dengan hati tulus akan membawa ketenangan batin dan keberkahan hidup.
2. Menjaga Salat Lima Waktu, Tolok Ukur Ketaatan