Sudah 24 Kasus DBD di Kepahiang

FIKI/RB KUMUH: Tumpukan sampah menjadi salah satu faktor penyebaran DBD.

 

FIKI/RB
KUMUH: Tumpukan sampah menjadi salah satu faktor penyebaran DBD.

KEPAHIANG, KORANRB.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat, dari Januari hingga Mei 2023 ada 24 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepahiang.

Berdasarkan data sementara ini, kasus DBD di Kabupaten Kepahiang terbilang menurun jika dibanding 2022 lalu. Karena sepanjang tahun 2022 lalu, kasus DBD di Kabupaten Kepahiang mencapai 90 kasus.

“Kalau dilihat grafisnya, tahun ini sedikit menurun (kasus DBD, red),” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, SKM., M.Si, melalui Kabid P2P, Wisnu Irawan, S.Kep, kemarin.

Wisnu menambahkan, DBD bisa menyerang siapa saja, baik yang tua atau muda. Populasi manusia di dunia berisiko terkena penyakit ini. Penyakit ini, ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegepti dan Aedes albopictus betina yang membawa virus dengue.

BACA JUGA: Rebel Wilson Audisi Film Baru James Bond

“Setelah nyamuk pembawa virus itu menggigit manusia, virusnya akan masuk dan mengalir dalam darah manusia untuk mulai menginfeksi sel-sel tubuh yang sehat,” ungkapnya.

Diterangkannya, risiko tertinggi diserang DBD biasanya saat musim hujan, karena saat musim hujan banyak genangan air. Nyamuk akan lebih mudah berkembang biak jika banyaknya genangan air.

“Saat musim hujan, apa lagi daya tahan tubuh lemah, bisa cepat terkena DBD,” katanya.