5. Muncul awan cumulus dan cumulonimbus.
Awan cumulus adalah awan yang berbentuk seperti gumpalan kapas yang berwarna putih abu-abu.
BACA JUGA:Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yayasan AHM Tanam Puluhan Ribu Mangrove
BACA JUGA:Mencegah Obesitas, Ini 9 Manfaat Terong Belanda bagi Kesehatan
Awan cumulus ini menunjukkan adanya konveksi atau pergerakan udara naik dan turun di atmosfer.
Awan cumulus ini dapat berkembang menjadi awan Cumulonimbus, yaitu awan yang berbentuk seperti menara atau gunung yang berwarna gelap.
Awan cumulonimbus ini banyak mengandung uap air, gas dan listrik.
Awan cumulonimbus ini adalah awan hujan yang dapat menyebabkan hujan deras, petir, dan angin kencang.
6. Hawa berubah dingin
Ciri berikutnya adalah hawa yang berubah menjadi dingin.
Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tekanan udara antara daerah yang akan hujan dan daerah sekitarnya.
Udara yang bergerak menuju daerah yang akan hujan akan menekan udara hangat yang ada di sana.
Udara hangat ini kemudian akan naik dan membentuk awan hujan.
Hawa dingin ini juga dapat menimbulkan angin yang berhembus menuju daerah yang akan hujan.
7. Terdengar suara petir
Petir adalah fenomena alam yang terjadi karena adanya muatan listrik yang berbentuk di dalam awan hujan.