Korban Terkaman Buaya Berasal dari Keluarga Tak Mampu, Tinggalkan Istri dan Anak, Rumah Sering Kebanjiran

RUMAHDUKA: Kades Tanah Harapan mengunjungi rumah korban terkaman buaya di Sungai Selagan. (Foto: Firmansyah/koranrb.id)--

MUKOMUKO, KORANRB.ID — Suasana duka masih menyelimuti rumah sang pencari Lokan Ide (26) warga Tanah Harapan Kecamatan Kota Mukomuko yang meninggal dunia di terkam buaya di sungai Selagan Raya Senin 15 April 2024.

Memasuki hari kedua silih berganti kerabat sanak keluarga, maupun Pemdes dan beberapa perwakilan dari Pemkab Mukomuko yang datang baik untuk memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan, dan sedikit menitipkan bantuan duka.

Keluarga korban ini tergolong keluarga yang tidak mampu, dimana pekerjaan buruh serabutan selain mencari lokan di dasar Sungai Selagan Raya.

Dengan penghasilan perhari yang tidak dapat diprediksi. Semasa hidupnya korban juga tergolong aktif bersosial dengan masyarakat desa.

BACA JUGA:Pencuri Motor di Kosan Bengkulu Ditembak! Masih Melawan Saat Ditangkap

Untuk kediaman yang ditempati istri dan sang anak, menjadi salah satu rumah yang selalu disinggahi banjir. Kemudian juga belum memiliki fasilitas MCK, jadi memang benar-benar keluarga yang tidak mampu.

"Warga saya yang satu ini memang terkatagori keluarga yang tidak mampu, selain tidak memiliki penghasilan yang tetap. Kediamanpun masih seadanya. Kalau bantuan yang keluarga almarhum terima hanya dari Pemdes, namun dari Pemerintah belum ada,"kata Kepala Desa Tanah Harapan Kecamatan Kota Mukomuko Bujarman.

Bujarman mengatakan, untuk warga Desa Tanah Harapan ini memang masih banyak yang tergolong tidak mampu, begitu juga dengan korban ini.

Pemdes sebelumnya juga sempat ingin merelokasi rumah korban karena selalu terkena banjir, namun karena keterbatasan biaya hal tersebut belum bisa dilakukan.

BACA JUGA: Pencari Lokan Diterkam Buaya Sungai Selagan Tinggalkan 1 Anak Masih Balita

"Penerima bantuan ini kan tidak bisa dobel mungkin itu juga yang menyebabkan korban dan keluarga belum bisa menerima seperti bantuan rumah layak huni dari Pemkab dan lainnya, karena sudah dapat bantuan BLT DD,"ujarnya.

Sempat Berkelahi Dengan Buaya

Bujarman menceritakan dihari musibah terjadi, korban ini mencari Lokan bersama 8 orang rekannya di dasar Sungai Selagan Raya.

Jarak antara masing-masing pencari lokan kurang lebih 10 meter, dengan menyelam sungai yang kedalamannya hanya 2 meter.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan