Wilayah Sangketa Tabat Lebong-Bengkulu Utara, Bupati Azhari Tawarkan Bagi Dua

Bupati Lebong, H. Azhari, SH., MH. --fiki/rb
KORANRB.ID – Wilayah sangketa tapal batas atau tabat di wilayah perbatasan Lebong – Bengkulu Utara diwacanakan akan dibagi dua.
Ini diungkapkan Bupati Lebong, H. Azhari, SH., MH, 2 April 2025. Dikatakan, Azhari, wacana itu disampaikan ia kepada Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE., M.Ap, usai retret di Magelang, 21 Februari lalu.
“Respon Bupati Bengkulu Utara saat itu sangat baik (Saat Azhari membahas persoalan tapal batas, red),” kata Azhari.
Untuk menindak lanjuti pembahasan dilokasi retret itu, Bupati Lebong akan menemui Bupati Bengkulu Utara setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
BACA JUGA:Linmas Kembali Keluhkan Usulan Kenaikan Honor Tak Diakomodir
BACA JUGA: Inspektorat Pastikan Pejabat Pemprov Bengkulu Telah Selesaikan LHKPN
“Saya (Bupati Lebong, red) katakan pada Bupati (Bupati Bengkulu Utara, red), rencana kami saat bulan puasa ini untuk bertemu, tapi saya bilang setelah Lebaran saja. Nanti mungkin, kami (Pemkab Lebong, red) akan ke Bengkulu Utara untuk membicarakan tapal batas itu,” ujarnya.
Tidak hanya itu, kata Azhari, persoalan sangketa tapal batas ini sudah disampaikan kepada Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE untuk dicarikan solusi terbaik.
Agar tidak ada lagi konflik tapal batas antara Bengkulu Utara dan Lebong. “Gubernur selaku orang tua, melihat anaknya sedang berantem harus didamaikan. Kenapa kita harus berantem, sedangkan kita bersaudara,” ucap Azhari.
Apalagi, setelah retret di Magelang, 9 Bupati dan 1 Wali Kota di Provinsi Bengkulu terbilang cukup akrap bahkan lebih akrab dari Bupati-Bupati sebelumnya.
BACA JUGA:Warga Seluma Diringkus Polsek Selebar, Diduga Aniaya Pacar
“Kalau selama ini, mungkin ada yang kurang pas antara kepala daerah. Tetapi kami, salah satu hikma retret ini, 9 Bupati dan Wali Kota kami lebih akrab. Sehingga, jika ada persoalan bisa diselesaikan dengan cara baik-baik,” tutupnya. Untuk diketahui, sangketa tapal batas antara Bengkulu Utara dan Lebong sudah terjadi cukup lama.
Bahkan, sangketa ini sudah beberapa kali dimediasi oleh Gubernur Bengkulu sebelumnya, namun tidak menemukan titik terang antara dua Kepala Daerah tersebut.