Triwulan I 2025, ISPA Tercatat Sebagai Penyakit Terbanyak Pengidap

KANTOR: Tampak dari depan Kantor Dinkes Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu. RENO/RB--

KORANRB.ID – 11 Minggu pertaman 2025, penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) alami lonjakan pengidap hingga 4.084 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Ruslian, S.KM, M.Si.

“Sampai minggu ke 11 ini, penyakit Ispa meningkat dan menjadi penyakit terbanyak penderi selama 3 bulan di tahun 2025 ini,” kata Ruslian kepada RB.

Ia menyebutkan 4.084 kasus tersebut merupakan jumlah keseluruhan kasus pengidap ISPA di seluruh kabupaten/kota di Provinis Bengkulu.

Ruslian merincikan berdasarkan dara yang diperoleh oleh tim survelen disetiap Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Provinsi Bengkulu, baik rumah sakit maupun Pusat Kesehatan Masyarakat.

BACA JUGA:Kucurkan Rp20 Miliar Program Berobat Gratis

BACA JUGA:Linmas Kembali Keluhkan Usulan Kenaikan Honor Tak Diakomodir

“Angkanya itu kita dapatkan dari jumlah pengidap yang mendapatkan perawatan di seluruh faskes yang ada di seluruh daerah, jadi ada tim survelen kita yang mendata setiap kejadian penyakit yang diderita oleh masyarakat,” jelasnya.

Ruslian merincikan untuk pengidap penyakit ISPA terbanyak terjadi di Kabupaten Rejang Lebong dengan jumlah keseluruhan kasus mencapai 1.145 pengidap. 

Disusul kabupaten Bengkulu Tengah dengan jumlah keseluruhan pengidap ISPA sebanyak 1.102 pengidap. Kemudian Kabupaten Mukomuko dengan jumlah pengidap sebanyak 992 kasus.

“Jadi ada 3 kabupaten yang menempatkan posisi paling atas berdasarkanjumlah pengidap terbanyak, seperti Rejang Lebong, Benteng (Bengkulu Tengah, red) dan Mukomuko,” beber Ruslian.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Sebut Klien Nikmati Korupsi Tukin Prajurit Tidak Lebih Rp2 Miliar

BACA JUGA:Masyarakat Merasa Terbantu Adanya Pasar Murah di Kebun Tebeng

Selanjutnya Kabupaten Bengkulu utara dengan 575 kasus, Kabupaten Kaur 165 kasus, Kabupaten Bengkulu Selatan 100 pengidap. Sedangkan untuk Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong dan Kota Bengkulu berdasarkan data tersebut masih nihil.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan