Revolusi Pertanian Selain Bisa Meningkatkan Produksi Juga Berdampak Negatif, Berikut Penjelasannya

Kamis 23 May 2024 - 13:06 WIB
Reporter : Firmansyah
Editor : Ade Haryanto

Karena petani mendapatkan akses ke teknologi modern, pelatihan, dan pasar yang lebih luas, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masing-masing petani di Indonesia.

BACA JUGA:Sedang Ibadah Haji, Bingung Cari Makanan, Coba Kuliner Ini

4. Urbanisasi dan Perubahan Sosial

Revolusi pertanian juga telah menyebabkan pergeseran populasi dari pedesaan ke perkotaan.

Sebab modernisasi pertanian mampu memangkas hingga setengah dari kebutuhan akan tenaga kerja pertanian.

Hal ini telah memicu pertumbuhan akhirnya di kota-kota besar dan terjadi perubahan signifikan dalam struktur sosial dan ekonomi masyarakat.

Meskipun revolusi pertanian di Indonesia telah memberikan banyak manfaat, ternyata juga memiliki cerita dampak negatif yang sangat memerlukan perhatian oleh banyak pihak.

BACA JUGA:Kenali 6 Jenis Buah Jambu yang ada di Indonesia

Seperti ketergantungan pada penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sehingga berlebihan.

Yang berakibat menyebabkan masalah pada pencemaran tanah, air, dan udara.

Limbah kimia pertanian ternyata juga mengancam kesehatan manusia, serta mengganggu sistem pertanian berkelanjutan.

Meskipun Indonesia telah meningkatkan produksi pangan melalui revolusi pertanian, ternyata Indonesia masih bergantung pada impor beberapa komoditas pangan penting.

BACA JUGA:Bawaslu Lebong Umumkan 9 Panwascam Terpilih, Ini Daftarnya!

Sehingga ketergantungan ini dapat membuat negara rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan global.

Setelah revolusi pertanian terbukti meningkatkan kesejahteraan bagi banyak petani, ternyata ketimpangan sosial muncul menjadi masalah besar.

Distribusi tanah yang tidak merata dan akses terbatas terhadap sumber daya pertanian modern dapat memperdalam kesenjangan antara petani yang kaya dan miskin.

Kategori :