Ekspresi Kata-Kata untuk Mengkritik, Ini 10 Kata-Kata Satir yang Sering Dipakai Orang Dulu

Rabu 29 May 2024 - 13:57 WIB
Reporter : Fiki Susadi
Editor : Riky Dwiputra

Ungkapan ini mengandung unsur satir karena mengejek penilaian superficial yang sering kali salah mengenai seseorang yang tampaknya biasa-biasa saja.

7. Seperti Katak dalam Tempurung.

Seperti katak dalam tempurung adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki pandangan atau pengetahuan yang sangat terbatas karena hanya hidup di dalam lingkungan yang sempit. 

Ungkapan ini bersifat satir karena mengejek ketidaktahuan seseorang yang disebabkan oleh keterbatasan pengalaman atau pendidikan.

8. Membawa Air dalam Keranjang.

Membawa air dalam keranjang adalah peribahasa yang menggambarkan usaha yang sia-sia atau pekerjaan yang tidak mungkin berhasil karena metode atau alat yang digunakan tidak cocok. 

Ungkapan ini mengandung unsur satir karena menyoroti kebodohan atau kesia-siaan dari suatu usaha yang dilakukan tanpa pemikiran yang matang.

9. Ayam Jantan Berkokok, Tanda Hari Mau Siang.

Ayam jantan berkokok, tanda hari mau siang adalah peribahasa yang menggambarkan tanda-tanda atau gejala yang menunjukkan bahwa sesuatu akan terjadi. 

Ungkapan ini bisa digunakan secara satir untuk mengejek seseorang yang selalu memperingatkan hal-hal yang sudah jelas atau sudah diketahui oleh semua orang.

10. Lempar Batu Sembunyi Tangan.

Lempar batu sembunyi tangan adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melakukan perbuatan jahat atau provokatif tetapi tidak mau bertanggung jawab dan malah bersembunyi atau berlagak tidak tahu. 

Ungkapan ini bersifat satir karena mengejek kepengecutan dan ketidakjujuran seseorang.

Kata-kata satir yang sering dipakai oleh orang dulu mengandung makna yang mendalam dan berfungsi sebagai alat kritik yang efektif. (**) 

Kategori :