Dalam film seperti The Matrix mengambil tema ini dan menghidupkannya dalam konteks budaya populer.
Dimana, hal inilah yang menjadikan ide-ide ini lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas.
Adapun dalam film tersebut, karakter utama berjuang untuk membedakan antara kenyataan dan ilusi.
Hal ini mencerminkan dilema filosofis yang dihadapi oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital saat ini.
BACA JUGA:Fenomena Alam: Gerhana Matahari Total Jelang Lebaran, Begini Dampaknya
Dengan kemajuan teknologi dalam realitas virtual dan kecerdasan buatan, maka pertanyaan tentang apa yang nyata dan apa yang tidak menjadi semakin relevan.
Dalam hal ini, kita mungkin tidak hanya menghadapi simulasi dalam konteks filosofis, tetapi juga dalam pengalaman sehari-hari kita, di mana batas antara dunia fisik dan digital semakin kabur.
Akhirnya, eksperimen "Brain in a Vat" dan diskusi seputar realitas dan simulasi mengajak kita untuk merenungkan lebih dalam tentang eksistensi kita.
Hal ini bagaimana kita memahami dunia dan apa artinya menjadi manusia di tengah kemajuan teknologi yang pesat.
3. Trolley problem
BACA JUGA:Planet Keenam dari Matahari! Berikut 5 Fakta Unik Saturnus
Dikutip dari laman britannica, trolley Problem merupakan salah satu eksperimen pemikiran yang paling menarik dan kompleks dalam etika.
Adapun dilema ini tidak hanya menantang kita untuk mempertimbangkan nilai kehidupan manusia, namun juga menguji prinsip-prinsip moral yang kita pegang.
Dalam situasi yang dihadapi, terdapat beberapa pendekatan etis yang dapat digunakan untuk menganalisis keputusan yang harus diambil seperti, utilitarianisme, deontologi, etika virtue dan konteks sosial dan budaya.
Dalam konteks pengembangan kecerdasan buatan, Trolley Problem menjadi penting karena mobil otonom harus diprogram untuk membuat keputusan dalam situasi darurat.
BACA JUGA:Menyapa Bumi pada Februari 2025! Berikut 5 Fakta Unik Fenomena Parade Planet