Jawaban Nyeleneh Kadis DLH Soal Pangkas Pohon: Ini Penyebabnya

Kamis 28 Mar 2024 - 00:46 WIB
Reporter : Rio Agustian
Editor : Patris Muwardi

KOTA MANNA, KORANRB.ID - Kondisi pohon dan tanaman di median jalan Bengkulu Selatan kini menganggu pengguna jalan. Salah satunya pintu gerbang Bengkulu Selatan di Desa Padang Serasan Kecamatan Pino Raya kini sudah tertutup pohon.

Ditanya soal pemangkasan pohon, jawaban nyeleneh dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan Ir. Haroni.

Dia mengatakan, baru akan melakukan pemangkasan pohon dan membersihkan median jalan bila anak buahnya terutama honorer sudah dibayar gajinya.

Saat ini pihaknya sengaja belum melakukan pemangkasan terhadap beberapa pohon yang mengganggu gapura ataupun median jalan.

BACA JUGA:15 Petugas Adhoc KPU Disantuni, 2 Meninggal Dapat Rp92 juta

"Kita jadwalkan anak buah masih nunggu gaji. Sudah tiga bulan gaji belum dibayar karena sistem berubah-ubah," terang Haroni.

Dengan kepastian itu Haroni berharap masyarakat tetap mempercayakan tugas tersebut pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bengkulu Selatan. Pihaknya mengakui bukan lari dari tanggung jawab, namun untuk saat ini masih terkendala tenaga.

"Kalau jalan A.Yani sudah kami guyur, jadwal kami Selasa dan Rabu tidak tiap hari," tambah Haroni.

Beberapa masyarakat pun sempat menyayangkan khususnya kawasan tertib lalu lintas Bengkulu Selatan tidak tertata oleh pemerintah daerah. 

Padahal tahun-tahun sebelumnya beberapa kawasan tertib lalu lintas Bengkulu Selatan sempat menjadi hijau dan tertata.

Salah satu warga Desa Padang Serasan Gio mengungkapkan, Pintu masuk kawasan tertib lalu lintas Bengkulu Selatan dimulai dari pintu gerbang desanya. Lalu langsung dihadapkan simpang tugu meriam Padang Panjang.

Kawasan ini sebutnya menjadi penanda setiap warga luar daerah yang masuk ke Bengkulu Selatan, bahwa kawasan itu telah masuk Bengkulu Selatan.

Namun demikian pemerintah daerah kurang tanggap dan kurang memperhatikan hal kecil tersebut. Padahal menurutnya sangat berdampak untuk mengenalkan daerah.

"Kan sudah dibangun untuk dibaca orang yang melintas, ini malah ditutup pohon gak masuk akal," ujarnya.

Pada pemerintah ia menilai kurang inovatif dan tidak ada rasa kepedulian.

Kategori :