Jelang Lebaran, Harga Bapok di Rejang Lebong Mulai Merangkak Naik

SEPI: Pedagang ayam potong sedang menunggu pembeli.-foto: abdi/koranrb.id-
Selain faktor cuaca, biaya distribusi juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga cabai. Para pemasok harus menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan biaya transportasi, yang akhirnya berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
Kenaikan harga cabai ini dikeluhkan oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
BACA JUGA:Pengumuman! Dinas Damkarmat Mukomuko Tahun Ini Kembali Rekrut Relawan Kebakaran
BACA JUGA:Gubernur Helmi Mulai Revitalisasi Taman Remaja
Mereka berharap harga bisa kembali stabil agar tidak terlalu membebani pengeluaran rumah tangga menjelang perayaan Lebaran.
Devi mengharapkan, pemerintah daerah telah berupaya mengatasi lonjakan harga ini dengan menggelar operasi pasar dan pasar murah di beberapa lokasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Meski demikian, para pedagang memprediksi harga cabai masih berpotensi naik hingga Lebaran tiba, tergantung pada ketersediaan pasokan dan tingkat permintaan.
Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UKM Rejang Lebong, Anes Rahman mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemantauan harga bapok di beberapa titik pasar.
"Kami selalu melakukan, pemantauan. Namun secepatnya kita akan sidak kembali," ujar Anes.