Waspada Penyakit DBD, Tahun Lalu 496 Kasus, 1 Warga Meninggal Dunia

Kasub Koordinator P2P Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi.-foto: dok/koranrb.id-
KORANRB.ID - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bengkulu Utara tahun 2024 lalu tertinggi. Tercatat sebanyak 496 warga terjangkit demam berdarah dengue, dan satu diantaranya meninggal dunia.
Tahun ini, angka warga yang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti itu kembali berpotensi meningkat.
Kasub Koordinator P2P Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi menerangkan dari jumlah kasus yang terjadi tahun ini masih menunjukkan potensi terjadinya kenaikan.
Sebab, berdasarkan jumlah kasus untuk Januari 2025 tercatat sebanyak 25 kasus warga yang terjangkit demam berdarah dengue.
BACA JUGA:PKH dan BPNT Cair, 357 KPM Bermasalah Masih Tertunda
BACA JUGA:Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa Disesuaikan dengan UMK
“Jika dibandingkan dengan Januari 2024 lalu, angka kasus Januari tahun ini juga mengalami kenaikan,” terangnya.
Ia menyampaikan 25 kasus DBD yang terjadi tahun ini mayoritas di wilayah Kecamatan Kota Arga Makmur. Kawasan-kawasan yang rawan dan sudah ada kasus DBD tersebut merupakan kawasan padat pemukiman dengan sistem sanitasi yang buruk.
“Dengan sistem sanitasi yang buruk tersebut maka bisa menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk,” jelas Bintoro.
Ia menerangkan permasalahan lingkungan saat ini masih menjadi sumber munculnya kasus demam berdarah dengue. Meski demikian Dinas Kesehatan melalui masing-masing puskesmas langsung melakukan penanganan jika ditemukan kasus DBD di wilayah masing-masing.
BACA JUGA: Pukul Muka Murid Hingga Lebam, Guru Honorer di Kota Bengkulu jadi Tersangka
BACA JUGA:Proses Amdal dan RKAB Tambang Emas di Seluma Dikebut, Potensi Besar Bagi Daerah
“Penanganan yang dilakukan puskesmas seperti fogging fokus di wilayah atau kawasan sekitar pemukiman yang sudah terdapat kasus DBD,” ujarnya.
Bintoro menegaskan tahun ini akan kembali menggalakkan kegiatan gotong royong massal di setiap desa, lingkungan atau rukun tetangga. Hal ini menjadi hal yang tepat dalam penanganan kasus demam berdarah dengue dengan cara memutus rantai penmbangbiakan jentik nyamuk.