Wisata Sejarah di Kawasan Air Terjun Kemumu Bengkulu Utara
Bengkulu Utara memiliki wisata andalan yang merupakan wisata alam. Wisata andalan yang bahkan sudah dikenal Se Provinsi Bengkulu adalah wisata alam Air Terjun --Sandi
KORANRB.ID – Bengkulu Utara memiliki wisata andalan yang merupakan wisata alam. Wisata andalan yang bahkan sudah dikenal Se Provinsi Bengkulu adalah wisata alam Air Terjun
Kemumu yang terletak di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara. Bagi anda yang memang mengunjungi wisata alam terutama air terjun, Wisata Air Terjun Kemumu harus masuk dalam jadwal wisata anda.
Saat anda mengunjungi kawasan wisata Air Terjun Kepala Siring Kemumu, anda bukan hanya bisa menikmati kawasan wisata alam Kemumu, namun juga wisata sejarah.
Maklum, kawasan Air terjun Kemumu bukanlah wisata baru yang merupakan wisata buatan pemerintah. Namun ternyata wisata Air Terjun Kepala Siring Kemumu sudah ada sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun yang lalu.
BACA JUGA:Air Terjun Tumpak Sewu Sekilas Mirip Air Terjumn Niagara di Indonesia
Meskipun saat itu Air Terjun bukan sebagai lokasi wisata. Sehingga saat berkunjung ke lokasi Air Terjun Kepala Siring Kemumu, Anda juga akan bisa memaknai wisata sejarah yang ada di lokasi tersebut.
Saat memastikan gerbang kawasan wisata Air terjun Kemumu, anda ahrus berjalan kaki melewati anak tangga yang jumlahnya ratusan. Anak tangga tersebut dikenal dengan tangga 1.000 Kemumu.
Tangga tersebut sudah ada sejak zaman penjajahan belanda dan dibuat oleh belanda ke lokasi kawasan pusat pengairan yang ada di bawa lokasi Air terjun Kemumu.
Meskipun saat ini sebagian anak tangga sudah merupakan renovasi dengan semen biasa lantaran beton aslinya sudah hancur. Namun masih ada beberapa anak tangga yang terlihat masih sepeti batu yang usianya sudah sangat lama.
Setelah turun menghabiskan seluruh anak tangga, di bagian kanan anda juga akan melihat semacam gorong-gorong besaryang tertutup membentuk lingkaran.
Gorong-gorong tersebut diperkirakan lebih 20 KM dari kawasan sungai besar hingga ke kawasan persawahan. Pada zaman dahulu, gorong-gorong tersebut bukan hanya untuk pengairan sawah yang menjadi kawasan persawahan di Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:Tak Hanya jadi Wisata, Air Terjun Sungai Tutung Juga Menjadi Sumber Air Bersih Warga Muara Sahung
Namun disebut-sebut arus air yang ketika itu sangat deras juga digunakan sebagai salah satu sumber pembangkit energi.
Sayangnya, di lokasi wisata tersebut belum ada penjelasan jelas yang anda dapatkan. Ini lantaran tidak adanya penjelasan terkait lokasi-lokasi anda peninggalan yang ada di lokasi tersebut.