Diare Melanda Lebong, Hingga Juni Terjadi 170 Kasus
Kantor Dinkes Lebong. --FIKI/RB
LEBONG, KORANRB.ID – Penyakit diare kembali merebak di Kabupaten Lebong, per Juni 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong mencatat sebanyak 170 kasus diare.
Dari data yang dihimpun, jumlah penderita diare terbagi rata antara 85 anak laki-laki dan 85 anak perempuan.
Sebaran kasus ini tercatat di 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Lebong.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Evan Marta, SKM menjelaskan bahwa penyebab utama tingginya kasus diare ini berkaitan erat dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.
BACA JUGA:Bupati Lebong Minta Disdikbud Serius Tanggapi Permasalahan Sekolah
“Banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran pentingnya sanitasi bersih.
Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun masih rendah, dan pola makan yang tidak higienis juga menjadi faktor penyebab utama,” ujar Evan, Minggu 15 Juni 2025.
Evan mengatakan pentingnya menjaga kebersihan makanan, terutama yang dikonsumsi oleh anak-anak.
“Makanan yang tidak higienis serta air yang tidak bersih bisa memicu diare.
BACA JUGA:Miris, 90 Persen Alsintan Milik Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Rusak
Ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani,” tambahnya.
Sebagai catatan, pada tahun 2024 lalu, jumlah kasus diare di Lebong mencapai angka yang cukup tinggi, yakni 1.442 kasus.
Dinkes berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang tahun ini.
Untuk itu, Dinkes Lebong terus menggencarkan kampanye hidup bersih dan sehat, serta mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama bila mengalami gejala diare lebih dari tiga kali sehari.