Harga Kopi Anjlok, Sekarang Tinggal Rp47 Ribu/Kg
KOPI: Harga Kopi di Kabupaten Lebong turun drastis.--FIKI/RB
LEBONG, KORANRB.ID – Harga jual biji kopi kering di Kabupaten Lebong merosot tajam. Dari yang sebelumnya berkisar Rp65-Rp68 ribu per kilogram, kini hanya dihargai Rp47 ribu.
Penurunan ini membuat banyak petani memilih menahan hasil panennya demi menghindari kerugian akibat tidak seimbangnya harga jual dengan biaya produksi.
Salah satu pengepul kopi di Lebong, Yusuf, mengatakan bahwa penurunan harga sudah terjadi sejak awal Juli.
Namun, penurunan signifikan mulai terasa pada pertengahan bulan Juni.
Awalnya sempat turun ke Rp63 ribu, tapi sekarang sudah di angka Rp47 ribu,” kata Yusuf, Minggu 6 Juli 2025.
Merosotnya harga juga berdampak pada pasokan kopi dari petani ke para pengepul.
Banyak petani yang menunda penjualan sembari menunggu stabilisasi harga.
Kondisi ini dinilai cukup menghambat perputaran hasil panen kopi di tingkat lokal.
BACA JUGA:Rp7 Miliar untuk Rehab dan Bangun Gedung SD dan SMP
Meski belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti anjloknya harga kopi, Yusuf menduga penurunan ini erat kaitannya dengan gejolak pasar global.
Di antaranya adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Israel, yang berdampak pada perdagangan internasional, termasuk komoditas kopi.
Selain itu, faktor lain seperti melemahnya nilai tukar dolar AS dan meningkatnya produksi kopi dari Brasil yang mulai mendominasi pasar dunia, juga disebut turut memengaruhi.
“Penyebab harga kopi turun kami tidak begitu paham. Kemungkinan disebabkan oleh pasar global,” singkatnya.