Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Kebotakan Rambut Akibat Stres: Ketika Pikiran Menyerang Mahkota Kepala

MENAKUTKAN : Kebotakan adalah penyakit yang paling ditakutkan hampir semua orang.--Muharista Delda

KORANRB.ID - Pernahkah kamu mengalami ketika bangun pagi mendapati helai rambut di bantal yang semakin banyak dari biasanya?

Tentu saja momen itu sangat menakutkan, apalagi jika kamu sedang mengalami tekanan hidup yang berat. 

Bukan sebatas mitos, kebotakan rambut akibat stres adalah fenomena nyata yang dialami banyak orang di seluruh dunia. Stres adalah respons alami tubuh terhadap tekanan atau ancaman, baik dari lingkungan maupun pikiran. 

Namun, ketika stres berlebihan dan berkepanjangan, tubuh kita bisa “berontak” dengan berbagai cara, termasuk menyerang kesehatan rambut. 

Rambut yang dulunya tebal dan sehat bisa mulai menipis, rontok, bahkan hingga menimbulkan kebotakan. Apa Hubungan Stres dengan Kebotakan?

Stres memicu perubahan hormonal yang cukup signifikan.  Kortisol yang berlebih dikenal sebagai hormon stres, itulah pemicu utamanya. 

BACA JUGA:Muali Sekarang Biasakan Tidur di Bawah Jam 10 Malam, Ada Sejuta Manfaat Kesehatan yang Tersimpan Dibaliknya

Ketika terjadi peningkatan terus-menerus pada kortisol, dampaknya jelas mengganggu siklus pertumbuhan rambut. 

Normalnya, rambut tumbuh, istirahat, dan kemudian rontok untuk digantikan oleh rambut baru.  Namun, stres dapat mempercepat fase rontok dan memperlambat fase pertumbuhan rambut.

Adapun 3 kondisi utama kebotakan yang dihubungkan dengan stres, antara lain:

Telogen Effluvium

Adalah kondisi stres berat, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan atau masalah keluarga yang menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba.

Alopecia Areata

Ini adalah kondisi autoimun yang bisa dipicu oleh stres, di mana sistem imun menyerang folikel rambut, menyebabkan kebotakan berbentuk lingkaran di area tertentu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan